TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Polemik pasar Babakan Kota Tangerang pasca adanya pengambil alihan oleh KEMENKUMHAM, pengelolaannya sedikit demi sedikit terkuak. Seperti adanya aliran dana perparkiran yang mengalir kebeberapa institusi bahkan pihak personal.

Kordinator Sandi Peduli Tangerang (SPT), Pupung SH ketika ditemui mengungkapkan, selama ini dirinya sedang memonitor perkembangan masalah yang sedang berkembang di Kota Tangerang, khususnya kasus masalah di pasar Babakan ini, Jumat (9/7/2021).

Dari hasil pantauan di lapangan masih terjadi pungutan iuran di kesehariannya, seperti di bidang perparkiran.

“Mereka para pengutip mau setor ke siapa, tentunya ke orang yang sudah berjalan mengelola parkir tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, dari data yang beredar dilapangan, kata Pupung terdapat nama-nama dan besaran nominal yang diterima, dan dirinya juga mempertanyakan apakah nominal yang berkisar ratusan ribu hingga jutaan rupiah tersebut sampai kepada nama-nama yang tertera.

Diketahui dari daftar nama yang diterima Faktakhatulistiwa.com tercatat nama-nama penting istitusi di wilayah, serta nama personal yang telah menerima aliran dana setiap bulannya.

“Nah silahkan wartawan cek and ricek, Apakah benar uang tersebut masuk ke yang bersangkutan,” kata Pupung.

Disisi lain Oman Jumansyah selaku tokoh masyarakat yang juga Ketua PMI Kota Tangerang saat ini mengatakan bahwa dirinya mengakui mendapat aliran dana tersebut. “untuk besaran yang tertera itu baru berjalan satu tahun ini,” kata Oman.

Lebih lanjut Oman menjelaskan keberadaan pengelolaan parkir berdasarkan kesepakatan antara pengelola pasar Babakan dengan pengelola parkir dan itu melalui tender.

“Jadi daftar nama-nama tersebut adalah daftar pengeluaran koordinasi wilayah seperti Babinsa, Binamas, Masjid, tokoh masyarakat, institusi, dan lain-lain. Suatu hal yang wajar dalam pengeluaran dana Koordinasi wilayah untuk pengondisian wilayah setempat,” pungkas Oman.

“Intinya kami akan mencatat sebagai Delik Hukum bagi siapapun yang terlibat pasti akan kami pidanakan,” tambah Pupung menegaskan.

follow and like us:
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan