NEWS TICKER

Warga 27 Benda Sampaikan Aspirasi ke Turidi

Kamis, 28 Januari 2021 | 3:50 pm
Reporter: M.Rendy
Posted by: Admin
Dibaca: 166
Dedy Wakil Warga Jurumudi - Turidi Susanto saat di Wawancara, foto M.Rendy Faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Pasca kejadian ironis yang terjadi pada warga jurumudi Kecamatan Benda korban penggusuran TOL JORR II, bendera Merah Putih diturunkan dan tenda pengungsian dirobohkan berimbas pada keberadaan tempat tinggal dan berteduh warga semakin terkatung-katung tanpa kepastian.

Turidi Susanto, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang yang masih peduli akan nasib warga yang belum adanya kejelasan terus berusaha menjembatani kepada Dinas terkait nasib warga Kota Tangerang.

Saat awak media Faktakhatulistiwa.com mewawancarai, Turidi Susanto menjelaskan bahwa DPRD memfasilitasi kaitan aspirasi warga jurumudi yang sejak awal berkolaborasi dengan DPR RI Komisi III, Moh.Rano Alfath maka secepatnya berkonfirmasi untuk melakukan pemanggilan Stakeholder terkait.

“Kaitan urusan hukum, ini sudah Kita perjuangkan melalui Lawyer dari Kita-kita yang menSuport,” ujarnya.

Aduan warga terkait biaya kontrakan dan uang makan, Turidi Susanto juga tetap mengawal dengan memfasilitasi dan memanggil Dinsos (Dinas Sosial) Kota Tangerang.

“Kita sudah memanggil Dinsos untuk bisa memberikan bantuan sosial dalam bentuk sebako kepada Masyarakat ini dan sedang disusun,” jelasnya.

Dilain sisi, Dedy selaku perwakilan warga jurumudi yang sekaligus juga korban penggusuran TOL JORR II menceritakan keluhan warga.

“Kami datang kemari untuk mempertanyakan masalah bansos, Kami mengadu bahwa ada yang dilanggar perjanjian dari pihak Wika karena ada kesepakatan di Polres,  Kami juga meminta difasilitasi Kami bertemu dengan pihak JKC sama PPK yang pernah menjajikan Kami ngasih uang kontrakan sama dapur sampe urusan kelar, ternyata sampe bulan Januari blom ada,” tegasnya.

Bahkan Dedy juga menyampaikan bahwa warga tidak pernah menolak pembangunan dan bukan tidak setuju drngan pembangunan, melainkan harga tanah yang tidak sesuai bahkan sangat jauh berbeda.

“Kami menuntut hak Kami, yang kami tuntut harga, kenapa perbedaan terlalu jomplang, tetangga Kami ada yang dibayarkan 7 juta ada dan bahkan yang dibayarkan 10 juta 5 ratus pun ada, kenapa Kami hanya harus dibayar 2 juta 6 ratus?,” paparnya.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada konfirmasi dari pihak JKC.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.