NEWS TICKER

TPA Cipeucang longsor, Banksasuci Laporkan Dugaan Tindak Pidana

Sabtu, 30 Mei 2020 | 8:17 pm
Reporter: Indra
Posted by: Indra Rubadi
Dibaca: 292
Pengiriman Bunga Belasungkawa atas Longsornya TPA Cipeucang Tangerang Selatan, foto istimewan Faktakhatulistiwa.com

TANGERANG SELATAN, Faktakhatulistiwa.com – Diduga akibat dari kelalaian Pengelolaan Tempat Pembuangan sampah Akhir (TPA) CIPEUCANG oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan, Serta Dugaan Gagal Konstruksi atau Bangunan Gagal pada pembangunan Sheet Pile TPA Cipeucang, yang berakibat pada Longsornya TPA Cipeucang pada hari Jum’at (22/05) lalu.

Dampak lonsornya TPA diduga merusak dan pencemaran Lingkungan Hidup pada Sungai Cisadane dan ekosistem hayati yang terkandung didalamnya, juga Pencemaran pada Mutu Air Baku Sungai Cisadane sebagai Bahan Dasar Pengolahan Air yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Benteng (TB), PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) dan PT. Aetra Tangerang yang dikonsumsi oleh Masyarakat Tangerang berakibat pada kesehatan masyarakat.

Seperti yang dituangkan dalam Realis Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksa Suci) yang disampaikan Ade Yunus, Sabtu, 30/05/2020.

Ade Yunus Ketua BANKSA SUCI FOUNDATION

“Diketahui bersama bahwa kegiatan pembangunan Sheet Pile TPA Cipeucang dianggarkan APBD Kota Tangerang Selatan pada Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 21.000.179.070,51,- dimenangkan oleh PT. RamaiJaya PurnaSejati (RJPS), sementara untuk kegiatan Pengawasan Pembangunan Sheet Pile TPA Cipeucang dengan nilai kontrak Rp 551.650.000,00,- dimenangkan oleh PT. DSI,” ungkap Kang Ade.

Kang Ade pun menambahkan Dasar Hukum DUGAAN Sanksi Pidana terhadap perbuatan tersebut diatas adalah,

“Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pasal 99 ayat 1, Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah Pasal 40 Ayat 1 Pasal 41 Ayat 1, Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, Pasal 4 Ayat 1, Ayat 2 dan Ayat 3,” paparnya.

“Berdasarkan pertimbangan dasar hukum diatas, Insya Alloh pada hari Selasa, (2/06/2020), Kami akan sampaikan Pengaduan dan Laporan kepada Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Mabes PolRI, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)” tegasnya.

“Kami berharap KLHK, MABES POLRI Serta KPK dapat memanggil dan memintai keterangan sebagai awal penyelidikan sejumlah pihak yang diantaranya Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, Direktur Utama PT. RJPS selaku pelaksana, serta Direktur Utama PT. DSI selaku Pengawas karena Diduga bertanggunga jawab” harapnya.

“Dan apabila Laporan dan Pengaduan kami tidak diproses, maka kami akan melakukan Class Action dan Citizen Lawsuit serta Hak Gugat (Standing) Kepada Pengadilan karena menyangkut persoalan lingkungan hidup yang berdampak pada kesehatan Masyarakat” tutup Kang Ade Yunus selaku Ketua BANKSA SUCI FOUNDATION.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.