NEWS TICKER

Tinggalkan Fungsi Utama, SatpolPP Dinilai Lebay

Minggu, 20 September 2020 | 1:10 pm
Reporter: Redaksi
Posted by: Indra Rubadi
Dibaca: 68
Aksi Zulamin Zhigo, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Aktifis sekaligus penggiat sosial Dulamin Zhigo meminta satuan polisi pamong praja kota Tangerang untuk dapat terus menegakan peraturan daerah kendati saat ini para penegak peraturan daerah tersebut tengah diberikan tugas tambahan yakni menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga protokol kesehatan.

Ditemui di Sekretariatnya dibilangan cikokol kota Tangerang, Aktifitis senior berjanggut tersebut menilai satpolPP kota Tangerang justru malah meninggalkan tugas dan fungsi utamanya dalam menegakan peraturan daerah yang menjadi marwah satpolPP.

“Mungkin kalau petugas satpolPP itu cuma ada 10 atau 20 orang kita bisa maklum peraturan daerah sedikit terbengkalai, tapi jumlah personil mereka ratusan dan bisa dibagi menjadi beberapa bagian, kan aneh saat ini sampai dengan titik terendah dan sepengetahuan saya perda yang telah berjalan sekian lama sukses diinjak injak oleh para pelanggar,”tuturnya minggu (20/9/2020).

Ia Merinci indikasi pelanggaran peraturan daerah yang amat mudah ditemui adalah maraknya para penjaja minuman keras yang berkedok kedai jamu, kegiatan prostitusi berbasis daring dan konvesional, dan beberapa titik yang menjadi pusat konsentrasi pedagang kaki lima diarea kewilayahan yang menjadi penyangga pusat kota seperti kelurahan panunggangan utara, kecamatan pinang dimana sepanjang jalan menuju Sekneg dijadikan pusat mangkal dari para PKL yang tidak jarang membuat kemacetan dan kerumunan warga.

“Baru dilantik jadi pejabat eselon tiga jangan lebay dong bos, mengamankan kebijakan Pak Arief memang perlu tapi jangan juga cari mukanya berlebihan, buat menyadarkan masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan dan satpolPP ngga sendirian buat melakukan operasi yustisi, sering tuh saya lihat mereka razia sama polri dan tentara bahkan dibeberapa titik kewilayahan staff kelurahan dan kecamatan atau staff di dinas ikut andil dalam operasi itu,”Kata Dulamin.

Ia mengungkapkan, jika mengacu pada surat edaran walikota, bukan hanya satpolPP yang diberikan tugas tambahan dalam menyadarkan protokol kesehatan kepada masyarakat akan tetapi seluruh pegawai di organisasi perangkat daerah lainnya juga diberikan tugas tambahan yang sama.

“Umpamanya, PDAM ikutan razia dan meninggalkan tugasnya dalam mendistribusikan air kepada warga apa ngga ruwed itu, tapi kita melihat PDAM profesional dan mampu terus mendistribusikan air kepada warga ngga kayak satpolPP ambak – ambakan (acak – acakan-red) itu perda dibikinnya,”tegas Dulamin Zhigo.

Indikasi tersebut, masih menurut Zhigo, juga diperkuat dengan hasil akhir dari kegiatan penertiban yang telah dilakukan oleh para penegak peraturan daerah tersebut beberapa bulan kebelakang yang disinyalir hanya sebatas menggugurkan kewajiban.

“Sama pentingnya dengan Air, Masyarakat juga butuh kenyamanan dan ketentraman, atuh jangan gara – gara cari muka yang berlebihan sama pak Wali pelayanan kepada masyarakat terhenti, coba kita buka data berapa kali mereka razia perda ketertiban umum, hasilnya mana, mulai dari PSK, Hotel, PKL sampe Online zonk semua, cuma sebatas menggugurkan kewajiban dan tidak manfaat signifikan bagi kota,”Jelasnya.

Sayangnya Hingga berita ini dilansir belum ada keterangan resmi dari SatpolPP Kota Tangerang, Beberapa kali wartawan mencoba menghubungi Kabid Trantibum Agapito Araujo Via Aplikasi pesan singkatnya, namun yang bersangkutan enggan menjawab dan justru malah memblokirnya.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.