NEWS TICKER

Tim Sukses Nomor Urut 3 Calon Walikota Tangsel di Sidangkan Terkait Money Politic

Senin, 23 November 2020 | 6:54 pm
Reporter: Oki
Posted by: Indra Rubadi
Dibaca: 384
Ruang Sidang PN Tangerang, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Muhamad Wily Prakosa 52 tahun warga Cilengggang RT 05/02 duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, pasalnya terdakwa di seret Jaksa Penuntut Umum (JPU) Primayuda Yutama, SH dengan pasal 187 undang undang nomor 10 tahun 2014 dan perubahannya.

Majelis Hakim Wendra Rais, SH, MH menanyakan terdakwa  M.Wily Prakosa,

“Sudah mengerti di hadapkan di ruang sidang ini?” Terdakwa menjawab. “Mengerti,” Saudara sehat tanya Hakim di jawab Sehat. Bisa mengikuti persidangan. Bisa jawab terdakwa sambil memandangi lantai pengadilan negeri Tangerang.

Sidang perdana kasus money politic Pilkada Tangerang Selatan, JPU Kasi Pidum Taufik turun langsung kepersidangan menghadirkan 10 saksi pelapor dan saksi fakta yang melihat langsung terdakwa membagi-bagi uang di lokasi lapangan sepak bola Rawa Macek Ciater Serpong Tangerang Selatan.

Muhamad Bily Prakosa pada tanggal 26 September 2020 dilapangan bola Rawa Macek Ciater Serpong dengan sengaja melawan hukum menjanjikan memberikan materai untuk mempengaruhi calon tertentu. Supaya mengikuti kemauannya memilih calon walikota Tangerang Selatan nomor urut 3 Benyamin Dafni dan wakilnya.

Terdakwa sebagai Ketua LSM jaringan aktifis Reformasi Tangerang telah mengumpulkan anggotanya LSM dan Warga Masyarakat yang ada di lapangan Macek ciater Serpong.

Terdakwa menemui warga yang sedang main bola, pasca Warga main bola terdakwa memasuki lapangan sambil berbicara memakai pengeras suara memberikan masker dan uang Rp.400 ribu, uang Rp.300 ribu ke ibu-ibu dan juga membagikan uang Rp.450 ribu untuk membeli minuman.

“Kita sekarang memilih nomor 03 supaya ada perubahan,” ujar terdakwa melalui pengeras suara yang di bawanya dihadapan Warga Masyarakat Ciater.

“Terdakwa membagi-bagikan uang kewarga mendeleklarikan diri untuk memilih nomor 03, telah melanggar Pasal 187, ayat undang undang nomor 10 tahun 2014 tentang pemilihan Walikota dan Gubernur,” Ujar JPU dalam dakwaanya.

Terdakwa dengan kuasa hukumnya tidak mengajukan esepsi. Sidang berlanjut mendengarkan saksi. JPU menghadirkan 10 saksi 3 saksi pelapor Rivaldi, SH, Rizal, SH dan Joko yang ber Profesi sebagai Pengacara. Saksi fakta juga di hadirkan 3 orang H.Dadan Wijaya Usman dan Saipudin aliasPelor yang melihat dan mengetahui perbuatan terdakwa dilapangan.

Saksi Bawaslu dan KPU pun di hadirkan sedangkan saksi ahli akan di periksa hari ini selasa 24 November 2020. Kesaksian pelapor Rivaldi mengetahui ada pelanggaran dari Vidio di Hand Phone (HP) milik saksi Joko. Vidio di transfer keflash disc yang di jadikan barang bukti terjadinya pembagi-bagian uang dan diputar dalam persidangan.

Selain suara mengajak memilih no urut 3 terdakwa juga ada gerakan tubuh sambil mengacungkan 3 jari. Saksi juga bernaung di aliansi lembaga Tangerang. Aliansi mata satu, saksi dalam persidangan tidak mengakui menjadi salah satu tim sukses calon walikota.

Saksi Joko sebagai pemilik Vidio juga menerangkan ada pembagian uang dari terdakwa ke warga. Keterangan Joko pun Sama dengan keterangan saksi Rivaldi, SH.

JPU saksi mengetahui ada Vidio dari mana? Saksi menjawab dari youtube, didapat dari beranda, ada tulisan teks jari 98. Hari ini jari 98 deklarasi jari 98 nyawer.

Keterangan ke-3 saksi tidak di bantah oleh terdakwa, membagikan uang di lapangan Ciater juga dibenarkan,  karena dalam gambar Vidio memang ada pembagian uang pecahan 50 Ribuan.

Acara diadakan hari pertama Pilkada Tangsel. Menurut terdakwa tidak ada yang namanya nyawer itu untuk kepentingan politik.

Sedangkan saksi Saipudin alias Pelor  mengenal terdakwa melakukan deklarasi dilapangan Ciater, Sabtu, 26 Oktober 2020 Jam.17 sore terdakwa mem<span;>bagi-bagi uang dilapangan dalam kampanye pertama ngajak warga untuk memilih no.urut 3.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.