NEWS TICKER

Tidak Penuhi Panggilan, Intake LIPPO Terus Mengulur Waktu

Senin, 4 Mei 2020 | 11:18 am
Reporter: Redaksi
Posted by: Hasan Abdullah
Dibaca: 1320
Satpol PP Kota Tangerang saat melakukan Lidik di kawasan real estate Lippo, foto Yudha faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, faktakhatulistiwa.com – Polemik perizinan intake LIPPO Karawaci yang diduga menjadi pemicu banjir masih belum rampung hingga saat ini.

Dari hasil investigasi, diwilayah Gunung Sahari Panunggangan Barat Cibodas diketahui adanya penyodetan dari bibir sungai Cisadane hingga danau buatan yang mengalirkan air baku intake ke hunian real estate.

Berdasarkan laporan, Kasatpol PP Kota Tangerang Agus Hendra Fitrayana masih memanggil pihak terkait untuk melakukan mediasi prihal perizinannya.

“Masih kita dalami, dan pemanggilan kepada pihak terkait,” singkat Agus menjelaskan, (1/5).

Diketahui, sejak awal pembangunannya pada 2017 lalu adanya intake yang menjadi bahan baku air untuk hunian real estate di kawasan Panunggangan Barat, hingga Mei 2020 ini diduga menjadi pemicu banjir, dan merugikan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD), serta menyalahi Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang.

“Saat dilakukan pemanggilan, pihak LIPPO masih belum datang untuk menunjukan berkas perizinannya,” tambah Kasi Deteksi Binmas Satpol PP Kota Tangerang Saiful.

Maka dari itu LSM Bintang Merah Indonesia menegaskan, kepada pihak-pihak yang diduga bermain mata dengan adanya Intake yang juga menjadi salahsatu penyebab terjadinya banjir di wilayah Panunggangan Barat.

“Bahkan kami (LSM Bintang Merah Indonesia -red) siap buat aksi agar bangunan tersebut di bongkar. Oleh karena itu besar harapan kami Pemerintah Kota Tangerang melalui instansi yang berwenang bisa membongkar intake milik LIPPO yang dikelola oleh pihak departemen air tersebut. Agar tidak ada lagi hal yang serupa yang merugikan PAD serta masyarakat Panunggangan Barat terjadi lagi di Kota Tangerang,” tegasnya.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.