TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Penangung jawab pelaksana proyek gedung Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Ponirin menyangkal adanya pemberitaan eksploitasi anak.

Sebelumnya tersiar, pemuda Jayanti meminta proyek tersebut di hentikan sementara, karena diduga telah mempekerjakan anak dibawah umur.

“Itu yang satu (sembari menunjuk salah seorang anak -red) ayahnya itu ada, kerja disini untuk ngesub (mengantar -red) tanah. Emang anaknya kalo libur suka ikut ke sini, anaknya suka ngeliatin mobil penggiling tanah, maupun mobil lainnya di sini, kalo yang satunya lagi anak Sekdes di sini,” kata Ponirin menjelaskan kepada wartawan di lokasi, Selasa (01/11/2022).

“Kita maklumin, tapi tetep kita ikut mengawasi, karena takut terjadi hal yang tidak di inginkan,” jelasnya.

Ponirin juga memastikan, tidak ada anak di bawah umur yang bekerja dalam proyek. Dan ia pun sudah melakukan teguran terhadap orang tua dari anak tersebut.

“Kita tidak mempekerjakan anak tersebut, memang ada dua orang anak yang masuk ke lokasi pengerjaan. Karena ikut untuk bermain dengan ayahnya yang sedang bekerja di sini,” terangnya.

Sementara itu, Rahmat Hidayat, orang tua dari salahsatu anak yang ada di lokasi proyek menegaskan, bahwa anaknya hanya ikut bermain ke lokasi proyek.

“Di sini cuma main. Pas hari Minggu kan anak saya di rumah, otomatis dia kan pengen ikut kali sama orang tuanya. Ya namanya anak kecil kan dia mah maen sesuka dia, engga mungkin kan kita bilang jangan-jangan, yang penting kan engga ngeganggu pekerjaan di sini,” jelas pria yang kerab disapa Black ini.

Lebih lanjut, dirinya meminta maaf kepada seluruh pekerja proyek, dan mengklarifikasi adanya pemberitaan eksploitasi anak tersebut.

“Saya minta maaf sebelumnya untuk pak mandor, dan yang lainnya. Itu hoax (berita eksploitasi anak -red), supaya di sini bersih, pak mandor juga bersih namanya. Mangkanya tolong di klarifikasi semaksimal mungkin yang tadinya bagus, harus jadi bagus lagi,” ucapnya.

Sumber : Lukman Nul Hakim
Editor : Yudha Faktakhatulistiwa.com

follow and like us:
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan