NEWS TICKER

Sidang Kasus Tanah Laporan Rancu, Terdakwa Bisa Bebas

Senin, 25 Januari 2021 | 5:49 pm
Reporter: Oki
Posted by: Admin
Dibaca: 92
Sidang PN Tangerang Terkait Sengketa Tanah di Tangerang Selatan, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

Tangerang Selatan, Faktakhatulistiwa.com – Kepala desa Babakan, Kota Tangerang Selatan, almarhum marzuki di laporkan memalsukan merubah dari girik dari C 62 menjadi 71.

“Ocin Sekel Desa Babakan menandatangani C 71, Darmo PLT menandatangani surat C 71,” ujar saksi pelapor Cahyono di hadapan Majelis Hakim Arif Budi Cahyono SH MH.

Saksi mengatakan bahwa Sandon sudah meninggal dan pernah menjabat Kepala Desa babakan. Saksi Cahyono dalam persidangan mulai kebingungan setelah di cecar tanda tangan Sandon sama tanda tangan Darmo di leter C 71.

“Yang di jual belikan ke Budi Utomo saksi jawab tidak tahu. C 71 tidak terdaftar di buku desa yang di jual C 62 di jual ke Gepeng,” lanjut saksi mengebu Gebu.

Penguasaan pisik C 52 A, saksi tanah ahli waris Riyan gepeng, tanah Riyan gepeng ada 10 bidang, Majelis Hakim Arif menanyakan, Putusan perdata menyatakan tanah milik Riyan Gepeng.

Putusan Pengadilan Negri di tolak. Objek sangketa tanah perdata yang di jadikan perkara pidana ini, saksi Cahyono ini masih tidak mau mengerti. Cahyono dapat kuasa dari Riyan Gepeng dengan tujuan membantu keluarga almarhum Riyan Gepeng.

“Saksi sudah di laporkan kuasa hukum terdakwa Karna pernah menguasai buku leter C,” lanjut kuasa hukum terdakwa.

Masih menurut saksi Cahyono Teteng Sekel bahwa Leter C di serahkan oleh Sandon, sedangkan Sandon sudah mati, saya tidak tahu jawab saksi.

Terdakwa Darmo menanggapi terbawa emosi, yang menguasai tanah saat ini Entong Kukuh setelah di nasehati kuasa hukumnya Darmo akhirnya mengerti.

Terdakwa Uci membantah keterangan Cahyono.

“Kalau tanah C 71 milik Marzuki orang tua Uci.10 persil tanah sudah di jual semua oleh almarhun bapak saya Marzuki,” jawab Uci menanggapi saksi

“Kami Hakim tidak akan memanipulasi keterangan saudara,” ujar Mejelis agak sewot karena saksi masih ngotot.

Hakim Arif Budi Cahyono SH MH. Menurut saksi bahwa luas tanah 13 ribu meter persegi di persil 52, C 62 menjadi C 71 milik Riyan Gepeng.

Saksi Rahman mengaku sebagai ahli waris tanah yang di permasalahkan.

“Saya memberi kuasa sama pak Cahyono, Dia datang ke rumah saya mau membantu masalah penjualan tanah dari almarhum kakek saya,” ujar Rahman menjawab pertanyaan Jaksa Desi Novita SH, Jaksa Tangerang Selatan.

Seperti saksi Cahyono. Saksi Rahman ini juga plin-plan terlihat berbelit-belit, tidak jujur di ruang sidang. Majelis Hakim menanyakan masalah hasil gugatan perdatanya namun saksi menjawab tidak tahu. Ketika di bacakan hasil putusan Pengadilan Negeri menolak banding Pengadilan Tinggi menolak, kasasi Mahkamah Agung menolak saksi baru bilang tahu.

Kuasa hukum terdakwa mencecar laporan terdakwa. Apakah saudara juga sudah di periksa sebagai terlapor. Saksi jawab tidak tahu. Kuasa hukum terdakwa melaporkan saksi Cahyono dan Rahman ke Polisi. Majelis Hakim menunda sidang pekan depan.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.