TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Terkait isu polemik pasar Babakan Kota Tangerang masuk babak baru. Hal tersebut dari ditemukannya Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Ditemukan dugaan kerugian Negara hingga sebesar 13 Milyar, sehingga Sekretaris jendral Kemenkumham turun langsung dalam pengambilalihan pengelolaan pasar Babakan Kota Tangerang.

Kasubag Badan Milik Negara Kementrian Hukum dan Ham, Adi Gunawan di lokasi mengatakan kehadiran dirinya dalam hal ini bukan untuk pengusiran dan melarang para pedagang pasar.

“Akan tetapi disini hanya menertibkan pengelolaannya saja yang diambil alih langsung oleh Sekretariat Jendral Kementrian Hukum dan Ham,” kata Adi.

Adi menambahkan dirinya membenarkan setiap pungutan atau restribusi yang dilakukan di pasar Babakan tidak pernah disetorkan ke Kas Negara.

“Oleh karena itu pihak Kementrian Hukum dan Ham memasang spanduk dan stiker pemberitahuan yang sangat berkekuatan Hukum,” tandasnya.

Mengenai hal tersebut, Tokoh Masyarakat yang juga ketua Badan Penelitian Asset Negara Republik Indonesia (BPAN RI) H Muhdi mengatakan, pungutan retribusi sudah ada pada awal berdirinya pasar Babakan yang merupakan hasil relokasi dari Pasar Cikokol, dan Pasar Kodok yang berlokasi di wilayah Cikokol ini.

Lebih lanjut H Muhdi menjelaskan diri nya sangat menyayangkan kurang tegasnya pihak Kemenkumham dan Kepolisian terkait persoalan pasar Babakan.

“Sudah jelas ada temuan LHP BPK hingga adanya dugaan kerugian Negara, kenapa kok gak ada yang di tangkap dalam hal ini, oleh karena itu dirinya mendesak pihak-pihak terkait untuk menindak tegas pengelola ilegal yang melakukan pungutan liar,” ujar H Muhdi.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan