NEWS TICKER

Satpol PP Layangkan Peringatan Kepada Pengusaha Peternakan di Carenang

Kamis, 15 April 2021 | 6:59 pm
Reporter: Yud/Tim
Posted by: Redaktur
Dibaca: 716
Surat peringatan yang diduga tidak diindahkan oleh pengusaha peternakan, editor by Faktakhatulistiwa.com

TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Satpol PP Kabupaten Tangerang Bidang Pembinaan, Pendataan, dan Pengawasan Penegakan Perda (P3 Gakda) layangkan surat pemanggilan kepada salahsatu pengusaha peternakan ayam petelur yang berlokasi di Desa Carenang, Kecamatan Cisoka.

Pemanggilan tersebut dilayangkan berdasarkan adanya dugaan ketidaklengkapannya ijin operasional usaha peternakan yang dimiliki oleh pengusaha peternakan ayam petelur berinisial “T” yang sudah 10 (sepuluh) Tahun berdiri.

Dalam surat peringatan yang dilayangkan Satpol PP Kabupaten Tangerang, berisi bahwa setiap pengusaha peternakan dalam menjalankan usahanya wajib melengkapi izin operasional, namun seakan tidak diindahkan oleh para pengusaha peternakan, Kamis (15/4/2021).

Menurut Kasi Bidang Pembinaan, Pendataan, dan Pengawasan Penegakan Perda (P3 Gakda) Satpol PP Kabupaten Tangerang, Heri menegaskan bahwa Satpol PP Kabupaten Tangerang melalui bidangnya telah mengantarkan surat pertama kepada pengusaha yang berinisial “T” yang juga selaku penggurus paguyuban peternakan yang ada di Kabupaten Tangerang dengan memeriksa exiting bangunan yang digunakan dalam pengoperasionalan telur.

“Maka kami undang T (nama disamarkan -red) untuk datang ke kantor Satpol PP dengan menemui Kabid Gakda dengan membuat surat pernyataan akan mengurus ijin operasional peternakan dan kelengkapan lainnya,” kata Heri.

Petugas Satpol PP Kab. Tangerang saat melakukan pemeriksaan dan pelayangan surat di Lokasi Peternakan, ist Faktakhatulistiwa.com

Satpol PP Kabupaten Tangerang juga melakukan Pemeriksaan Adminitratif atas surat-surat pendistribusian telur yang dimilikinya. Namun pihak pengusaha peternakan petelur hanya dapat menunjukan surat perijinan yang diduga tidak selaras dengan fakta dilokasi, yang diantaranya surat IMB dengan 1000 m2 dengan penerbitan tahun 2014 dengan luas 1024 m2 dari 8285 m2 total lahan yang dimilikinya dengan jatuh tempo akhir IMB tahun 2017.

“Dengan surat peringatan pertama ini untuk menjadikan perhatian kepada para pengusaha peternakan yang melakukan kegiatan usaha di wilayah hukum Kabupaten Tangerang agar melengkapi perizinan secara lengkap sebelum kami melakukan upaya upaya hukum sesuai dengan protap yang kami miliki sampai SP 3 dan Penutupan Total Kegiatan Usaha Peternakan yang dimiliki dan lainnya,” ungkap Heri.

Setelah dilayangkannya surat peringatan pertama, hingga kini pihak pengusaha peternakan petelur belum juga menghadiri panggilan dari Satpol PP Kabupaten Tangerang.

“Tunggu sampai 7 hari kedepan dari surat pertama kami layangan kepada pemilik peternakan ini, maka kami akan melakukan tindakan teguran kedua dan selanjutnya,” pungkasnya.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.