NEWS TICKER

Rapat Hearing, DPRD Kota Tangerang Nilai Legal Summarecon “Arogan”

Kamis, 24 September 2020 | 12:56 am
Reporter: Indra
Posted by: Indra Rubadi
Dibaca: 6481
DPRD Kota Hearing Warga dan PT.Summarecon, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Rapat hearing antara warga Warung Mangga, Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, dan pihak pengembang yakni PT. Summarecon belum membuahkan hasil.

Pertemuan yang difasilitasi DPRD Kota Tangerang ini diwarnai perdebatan sengit antara kedua belah pihak, sebelum akhirnya diredam oleh Pimpinan sidang yaitu Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo yang didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto beserta sejumlah Wakil Rakyat lainnya.

Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo menyatakan kecewa saat investigasi bersama anggota DPRD, Rizal ke lapangan satu hari sebelumnya, melihat pihak PT. Summarecon ternyata juga memagar kuburan keluarga besar dari Tokoh Masyarakat Warung Mangga.

“saya kecewa melihat sikap Summarecon yang memagar juga kuburan warga Masyarakat, terlebih kuburan tersebut adalah salah satunya nenek saya, kan semua juga pasti meninggal, masa iya kuburan di pagar juga, nah kalau mau nguburin masa iya mayat diseberangin pagar,” ungkap Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo.

Pimpinan rapat memberi kesempatan kepada kedua belah pihak untuk menyampaikan aspirasinya, masing-masing diberi waktu untuk saling tukar pendapat, namun, disela perdebatan itu terjadi cekcok antara Legal PT. Summarecon, Edo dan salah satu Pimpinan Sidang Turidi Susanto.

Legal PT. Summarecon (Edo) saat berada di Ruang Ban Mus DPRD Kota Tangerang

Legal Summarecon Edo sedikit tersulut emosi saat Turidi mencoba menawarkan solusi atas persoalan yang terjadi antara pengembang dan warga, Sebab, dalam hearing yang dihadiri sejumlah elemen Masyarakat itu, Edo merasa disudutkan.

Namun demikian, Turidi menyayangkan sikap emosional yang ditunjukan Edo (Legal PT. Summarecon) di dalam forum. Padahal, ia mengaku hanya menyampaikan pandangan terkait permasalahan yang terjadi antara warga Warung Mangga dengan pengembang PT. Summarecon.

“Saya meminta pihak Summarecon untuk memberikan jalan yang layak, masa iya jalan cuma di lewati satu mobil pick up, dengan manuver stir aja Susah, minimal ya kasih jalan seukuran kendaran DAMKAR, mengingat sebelum terjadi kebakaran,” tegas Wakil DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto.

Bahkan, politisi dari Partai Gerindra itu pun menyayangkan pihak PT. Summarecon yang menganggap selesai pertemuan tersebut, dengan mau meninggalkan rapat.

“Rapat sedang berlangsung kok dianggap selesai,” tambah Turidi.

Selain itu, Turidi juga mempertanyakan pihak PT. Summarecon yang menutup akses jalan tanpa kompromi pada hari Senin (21/9/2020) lalu. Padahal saat itu, Turidi menghubungi pihak Legal PT. Summarecon dilapangan namun mereka tidak mau bicara, bahkan saya menyampaikan lewat telepon kesalahsatu Polisi yang ada di lapangan untuk meminta disampaikan ke pengembang agar menunda lebih dahulu proses pemagaran, sampai ada kesepakatan akses jalan baru tersebut.

“Selama proses negosiasi belum tuntas, tolong pihak Summarecon untuk membongkar pagar makam dan pagar jalan, toh kan ini tanah juga belum dipake, dan warga siap buat pernyataan tidak akan menguasai tanah tersebut,” jelas Turidi.

Mendengar hal itu, Edo selaku Legal PT. Summarecon naik pitam dan memotong pembicaraan Turidi, Edo menyimpulkan seolah pihak DPRD Kota Tangerang menekan pihaknya.

“Bapak jangan seolah-olah menekan kami, kami sudah tahu aspirasinya, apa yang kami lakukan sudah perintah atasan mengamankan aset,” ujar Edo dengan memotong pembicaraan Turidi dalam forum dengan nada tinggi.

“Dari undangan yang diberikan hearing itu kan rapat dengar pendapat, Bapak-bapak sudah mendengarkan bahwa kami tetap posisi memagar, kalau nanti aspirasi kita sampaikan ke atasan,” lanjut Edo seraya meminta izin meninggalkan forum.

Menanggapi pemotongan saat ia berbicara, Turidi merasa martabat seorang Wakil Rakyat tidak dihargai oleh Edo, Turidi juga menilai perilaku yang ditunjukan Legal PT. Summarecon di dalam forum tersebut arogan dan tidak sopan.

“Saya Wakil Ketua Dewan, saat bapak berbicara saya dengarkan, kenapa saat saya bicara tidak didengarkan,” ujar Turidi.

Turidi sangat menyayangkan PT. Summarecon yang merupakan salah satu perusahaan besar mempunyai Legal atau Pengacara yang emosional dan arogan.

“Dia (Edo -red) memotong pembicaraan dan sejarah ini baru terjadi di Kota Tangerang, saat forum belum selesai dia juga ingin meninggalkan forum,” tegas Turidi.

Dengan demikian, dirinya menganggap undangan dari DPRD Kota Tangerang terhadap PT. Sumarecon tidak diindahkan, Ia pun merasa kecewa lantaran yang diundang Direktur, tapi yang datang ternyata pihak yang tidak bisa mengambil keputusan.

Ditempat yang sama ketua komisi I,  H. Junadi dari Fraksi Partai Gerindra menasehati Legal PT. Summarecon, Edo untuk berkata sopan dan tidak arogan, karena ini rumah Rakyat.

“Anda (Edo -red), bicara pake aturan, dengarkan pimpinan DPRD jangan main potong pembicaraan pimpinan, saya lihat kamu kok jadi Legal Arogan sekali, kamu minta maaf di ruang rakyat ini,” cetus H. Junadi.

Senada yang sama, Ketua Komisi IV, Sumarti menyampaikan pihak PT. Summarecon harus membaca undangan dari DPRD Kota Tangerang.

“ini jelas undangannya Direktur PT. Summarecon, yang datang pak Edo, yang bukan pengambil keputusan, Rabu depan kita panggil lagi, yang datang wajib Direktur PT. Summarecon.” Tegas Sumarti.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.