NEWS TICKER

Ragukan Kualitas Kampus, Alumni UNPAM Tuntut APTISI Meminta Maaf

Sabtu, 20 Maret 2021 | 4:39 pm
Reporter: Andri Anggara
Posted by: Redaktur
Dibaca: 925
Konferensi Pers Alumni UNPAM, Sabtu (20/3/2021), ist Faktakhatulistiwa.com

TANGSEL, Faktakhatulistiwa.com – Alumni fakultas hukum Universitas Pamulang (HIMNIKUM) dan Forum Komunikasi Alumni S1 Akutansi (FOKALSIUM) menuntut Dr. Po. Abas Sunarya, M.Si, selaku Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah Banten untuk meminta maaf.

Tuntutan tersebut diajukan terkait pernyataan APTISI wilayah Banten yang keberatan dengan adanya statement meragukan kualitas kampus dengan biaya murah.

Ketua HIMNIKUM, Dr. Dodi Sugianto, S.H., MH., M.kn, menilai penolakan pembangunan kampus Universitas Pamulang (UNPAM) di Kota Serang yang dilakukan oleh APTISI sangat tidak mendasar.

Dodi menilai alasan APTISI Banten menolak pembangunan kampus karena biaya murah
merupakan bentuk penyebaran informasi bohong yang tidak berdasarkan kajian akademis.

“Penolakannya terhadap pembangunan Kampus dengan biaya murah adalah suatu bentuk tidak mendukung program pemerintah dalam upaya peningkatan Sumber daya manusia indonesia,” ujar alumni UNPAM saat melangsungkan konferensi pers di Pamulang Tangerang Selatan, Sabtu (21/03/2021).

Lebih lanjut, Dodi menyampaikan tindakan APTISI Banten yang melakukan audensi keberatan dengan adanya kampus UNPAM terhadap Walikota Serang merupakan tindakan yang tidak mencotohkan seorang terpelajar.

APTISI dianggap tidak pantas mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan keonaran dikalangan masyarakat.

“Apa yang dilakukan APTISI Banten sangat merugikan nama baik UNPAM,” ucap alumni Universitas Pamulang yang juga sudah menyelesaikan Program Doktor Ilmu Hukum pada kampus Universitas Padjajaran (UNPAD) tersebut.

Dodi menilai semestinya APTISI Banten bergembira dan menyambut dengan baik
kehadiran kampus UNPAM di Kota Serang. Pasalnya kampus tersebut akan membantu masyarakat terutama dalam bidang pendidikan.

“Semestinya APTISI Banten menyambut UNPAM dengan baik. Karena kampus itu akan membantu masyarakat mengenyam pendidikan perguruan tinggi sesuai yang diamanahkan oleh Konstitusi untuk mencerdaskan anak bangsa,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Fokalsium, Deddi Kurniawan, S.E., bahwa APTISI perlu mengklarifikasi dan meminta maaf terhadap Universitas Pamulang terkait pernyataannya yang sudah bergulir di media massa.

“APTISI Banten harus meminta maaf terhadap UNPAM sebagai pionir kampus dengan biaya murah yang tidak berkonsep komersialisasi pendidikan dalam pengelolaannya,” tambah Deddi.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.