TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Puluhan pedagang kaki lima keluhkan adanya pembangunan drainase yang dikerjakan oleh CV Dirgantara, karena dianggap memutus akses jalan utama masuk pasar Anyar.

Menurut pedagang seharusnya pelaksana pengerjaan proyek yang dibiayai oleh APBD sebesar Rp. 657.439.394,23 selama 120 hari kalender ini memikirkan dampak lingkungan dan lalu lintas saat pengerjaan di jalan utama tersebut.

“Orang ke pasar mau lewat mana, orang dari arah Soleh Ali banyak yang mau lewat bingung, jangan seenaknya saja,” kesal Triyatno, salahsatu pedagang kaki lima, Selasa (05/10/2021).

Diketahui, pengerjaan galian jalan tersebut dilakukan pada Senin (04/10) malam, namun menurut para pedagang kenapa tidak memikirkan dampak ke pedagang dan pejalan yang melintas menuju ke pasar dan stasiun ataupun sebaliknya.

“Dia (pelaksana proyek -red) bisa cepet seharusnya, gali langsung pasang tuh cor-an semen yang bentuk Kotak, atau pinter gitu kasih jembatan besi, mikirin perut orang yang dagang, dari sini sampe depan pasar sepi tuh pedagang,” ujar Tri.

Seperti pedagang sayur yang mengeluh baru mendapatkan uang makan dari hasil total belanja sayur jutaan rupiah.

“Biasanya udah dapet 300-500 ribu siang gini, tapi ini baru dapet 50 puluh ribu, lumayan buat makan, layu kejemur dah resiko tukang sayur,” keluh Komeng pedagang lain.

Pedagang kaki lima pun berencana bakal aksi demonstrasi pengerjaan proyek tersebut bila tidak diselesaikan segera hari ini.

“Kita rugi jutaan rupiah, baru saya, belom pedagang lain, ada berapa puluh pedagang, ini galian sudah dua hari, kemarin masih bisa orang lewat, sekarang coba lihat, tuh ibu-ibu jalan lewat jembatan setapak,” ucap Tri.

“Pedagang bakal demo proyek ini kalo ga cepet diberesin, pedagang udah belanja banyak yang tutup,” pungkasnya. (Yud)

follow and like us:
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan