NEWS TICKER

PUPR Siaga Hadapi Musim Penghujan dan Badai La Nina

Rabu, 7 Oktober 2020 | 11:40 am
Reporter: Redaksi
Posted by: Redaksi
Dibaca: 4142

 

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Prakiraan potensi hujan pada Oktober 2020 hingga Desember 2020 yang diselenggarakan oleh BBMKG Wilayah II, meliputi wilayah Provinsi Banten dan DKI Jakarta bergerak dimulai dari wilayah Lebak ke wilayah Pandeglang kemudian bergerak ke wilayah Utara di bulan Desember di wilayah Serang, Cilegon, Tangerang dan DKI Jakarta, pada umumnya mundur dibandingkan normalnya dengan Sifat Normal dan Atas Normal.

Dan puncak musim hujan Tahun 2020/2021 diprakirakan akan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2021. Kondisi tersebut didahului oleh musim Pancaroba (September – Nopember II) Musim Kemarau ke Musim Hujan dimana kerap terjadi Petir, Angin Kencang, curah hujan ekstrim dengan intensitas lebat selama 1 s/d 3 jam.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga mengingatkan adanya fenomena La Nina (pendinginan yang tidak biasa, dimana anomali suhunya dibawah 0,5 derajat celcius) di Samudera Fasifik yang dapat berdampak pada anomali cuaca yang berujung pada bencana hidrometeorologi di Indonesia.

Menindaklanjuti hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang telah membentuk tim Siaga Banjir yang berada dibawah koordinasi Bidang Operasi dan Pemeliharaan, yang meliputi Operasi dan Pemeliharaan Drainase (OP Drainase), Operasi dan Pemeliharaan Jalan (OP Jalan) dan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA) dengan jumlah total personil sebanyak 709 orang.

“Seksi OP Drainase menangani genangan-genangan di perumahan dan permukiman. OP Jalan menanggulangi genangan-genangan pada jalan Kota dan jalan lingkungan. OP SDA melakukan siaga dengan pompa-pompa banjir di perumahan dan menanggulangi turap atau tanggul sungai yang rusak. Keseluruhan tim tersebut dibagi dalam 3 (tiga) wilayah pekerjaan yakni Wilayah Timur, Tengah dan Barat yang selalu siaga saat pagi, siang dan malam hari,” terang Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzeni kepada Faktakhatulistiwa.com, Selasa (6/10/2020).

Adapun sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan tersebut antara lain pompa banjir sejumlah 273 unit (104 pompa listrik, 8 unit pompa berjalan, 4 unit mobil pompa, 63 pompa diesel, dan 94 rumah pompa) yang disiagakan untuk skala perumahan dan skala kawasan.

“Selain itu kita menyiapkan juga material banjiran yakni Sand Bag, Bronjong, Batu Kali. Dinas PUPR juga meningkatkan koordinasi dengan BBWS Ciliwung Cisadane, Bendung Pasar Baru melalui PSDA Cisadane Cidurian, dan petugas juga di daerah hulu sungai yakni di Pos Batu Belah di Kabupaten Bogor yang berfungsi untuk meningkatkan sistem deteksi dini bahaya banjir khususnya pada DAS Cisadane. Pemanfaatan Sistem Informasi Pemantau Muka Air AWRL yang dikembangkan oleh BBWS Ciliwung Cisdane dan BMKG wilayah II Provinsi Banten,” ungkap Taufik.

Selain itu sarana dan prasarana menyiagakan alat berat dan armada truk apabila sewaktu-waktu diperlukan. Adapun program antisipatif telah dijalankan sepanjang tahun 2020 ini melalui kegiatan pemeliharaan Sumber Daya Air.

Sebelumnya, Dinas PUPR Kota Tangerang juga telah melaksanakan beberapa kegiatan pemeliharaan saluran dan sungai, yakni :

1. Menyiagakan dan melakukan pemeliharaan intensif dengan total 199 unit baik pompa berjalan, pompa diesel dan listrik skala perumahan dan pompa pompa yang berada di Saluran/kali/sungai.

2. Normalisasi embung di 15 lokasi dengan cara mekanis dan manual;

3. Normalisasi Kali/Saluran secara mekanis sepanjang 1500 m’ ;

4. Normalisasi Normalisasi Kali/Saluran secara manual di 71 segemen sungai/saluran ;

5. Pemeliharaan dan perbaikan pintu-pintu air di sejumlah 338 titik ;

6. Rehabilitasi turap/talud/bronjong sepanjang 545 m’;

7. Normalisasi Drainase kota dan lingkungan sepanjang 25.000 m’ ;

8. Rehabilitasi drainase kota/lingkungan sepanjang melalui U ditch 900 m’ dan rehab
saluran batu kali 2.300 m’.

“Anggaran pada tahun 2020 ini mayoritas merupakan program pemeliharaan SDA dan drainase serta UPT Wilayah sebesar 38, 9 Milyar. Pada triwulan akhir tahun 2020 ini, Dinas PUPR melalui Bidang Operasi dan Pemeliharaan berupaya menyelesaikan rehabilitasi turap/tanggul/bronjong khususnya di kawasan Periuk dan sekitar DAS Angke,” tukasnya.

Dalam prediksi BMKG, Taufik juga memberikan peringatan dini agar masyarakat selalu mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. (ADV)

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.