TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Ketua PSM Buaran Indah membantah bahwa pemberitaan terkait anggotanya yang melakukan pungutan liar (pungli) dana Bantuan Sosial Tunai (BST) tidak sebesar Rp. 50 ribu per Kepala Keluarga (KK). Akan tetapi hanya Rp. 5000.

“Salah, sangat salah, maksudnya gini mintain uang 50 ribu itu siapa? kan di situ kan ada nominalnya 50 ribu itu siapa yang bilang? ini dapet screenshotannya dari siapa?,” tanya ketua PSM Buaran Indah, Dede saat ditemui, (30/7) malam.

“Waktu itu di wilayah itu hanya 5 ribu untuk sampah dan partisipasi untuk sekolahan, kita memberikan kemudahan untuk si KPM (Keluarga Penerima Manfaat -red) ini agar tidak terjadi kerumunan di kantor pos, jadi kita ini berupaya agar memberikan fasilitas ataupun mempermudah untuk mengambil uang, jadi kita itu meminta izin ke pihak sekolah untuk memakai 3 titik agar tidak terjadi kerumunan, cuma ya itu tadi, awal pertama, dan kedua BST enggak di pinta, enggak pinta salaran sama sekali,” ujarnya.

Ia menyangkal, bahwa pungutan Rp. 5000 dari tiap penerima manfaat BST di kelurahan Buaran Indah ini untuk anggaran partisipasi sekolah yang digunakan sebagai tempat penyaluran undangan BST.

“Cuma pas begitu BST ke 2 turun izin lagi kita ke sekolahan nah di situ kita di sekolahan izin di tolak dengan alasan tidak ada partisipasinya, karena di sekolahan kan ada penjaganya, ada yang kebersihannya ada satgas covidnya masa iya si mereka di cuekin aja kalo kata kita mah tidak ada kebijakannya,” katanya.

Dede pun mengatakan adanya pungutan ini dilakukan murni untuk pemakaian lahan sekolah untuk penyaluran bantuan bagi warga. Pihak PSM berupaya membantu lurah Buaran Indah yang sempat mengeluarkan dana pribadinya dalam memberikan partisipasi penggunaan lahan.

“Nah jadi akhirnya pak lurah lah yang membayarkan itu, nah pas penyaluran ke 3 nah itu baru kita meminta memberikan arahan kepada para RT bagaimana jalan keluarnya, yuk bareng bareng kita ikut berpatisipasi agar pelaksanaan ini berjalan sama-sama enak tidak ada yang di rugikan, intinya ketika warga mendapatkan uang dan mudah mendapatkannya mereka kan senang tidak harus ke kantor pos,” imbuhnya.

“Jadi timbulah kesepakatan masing masing wilayah, yang punya kesepakatan itu, jadi kalau saya selaku ketua PSM yang saya tau wilayah itu hanya 5 ribu, jadi mungkin karena jatohnya 2 bulan 600ribu, jadi sepuluh ribu, gitu. jadi 5 ribu seperti biasa karena itu sebenernya bukan langsung 600 ribu sekaligus, karena perbulannya 300 ribu jadi bayarnya cuma 5 ribu. Makannya saya kaget kok 50 ribu,” jelasnya.

Dede pun membenarkan, bahwa pungutan tersebut berdasarkan intruksi dari dirinya sendiri kepada anggotanya.

“Kemungkinan yang memberikan 50 ribu itu adalah yang selama ini mereka sudah merasa terbantu atau memang kesadaran sendiri tapi kalau yang di pukul rata itu cuma 5 ribu doang. Saya yang memberi tau seperti itu kepada anak-anak, itu pun tidak dipaksa,” pungkasnya. (Yud/Faktakhatulistiwa.com)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.