NEWS TICKER

Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ajarkan Tarekat Qadariyah Wa Naqsabandiyah

Selasa, 23 Februari 2021 | 7:07 pm
Reporter: Sandi Kurniawan
Posted by: Admin
Dibaca: 97
Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ajarkan Tarekat Qadariyah Wa Naqsabandiyah, foto Sandi Kuniawan Faktakhatulistiwa.com

KABUPATEN TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Tarekat merupakan metode beragama dalam mendekatkan diri dengan Allah SWT yang cukup popular di Indonesia. Bahkan akhir-akhir ini kecenderungan sufistik telah menjangkau kehidupan masyarakat kelas menengah sampai masyarakat kelas atas (elite) dengan angka pertumbuhan yang cukup signifikan terutama di daerah perkotaan.

Salah satu wadah Pendidikan agama yang mengajarkan ilmu tarekat yakni Pondok Pesantren Al Ikhlas. Dari berbagai macam aliran tarekat, pondok pesantren yang beralamat di Kampung Manukung, Desa Rancabuaya, Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang ini berlandaskan tarekat Al Mu’tabaroh Qadariyah wa Naqsabandiyah.

Pesantren yang berdiri pada tahun 2005 ini berada dibawah naungan Yayasan Majlis Dzikir Al Ikhlas yang dipimpin dan didirikan oleh Al Ustadz Habibullah Al Faqir Endang Haryana Tajuddin Syarif. Ia mengatakan Permajlisan Dzikir yang dijalaninya berdasarkan amanah serta ijazah guru yang memiliki sanad tarekat yang jelas.

“Guru saya bernama Syekh TB. Ahmad Kadhim Menes bin Syekh Asnawi Caringin Banten, kemudian Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin Suryalaya dan Syekh Ahmad Hasan Harahap Tapanuli Selatan, terangnnya,” terang Kyai yang merupakan cicit dari KH. Muhammad Husein Carita Banten ini.

Ia mengatakan santri yang bemukim di pondok pesantren AI Ikhlas saat ini sebanyak 70 orang Dan lebih dari 100 orang non mukim yang datang dari berbagai daerah untuk belajar tarekat. Sedangkan untuk perjamaahan dzikirnya mencapai 1000 orang.

“Kalau kita melakukan kegiatan Dzikir akbar, biasanya di Peringatan hari-hari besar Islam itu dapat mendatangkan jama’ah yang banyak. Karena kondisi saat ini sedang ada wabah pandemi covid-19 kita tidak melakukan kegiatan dzikir akbar dahulu,“ terang Pria Kelahiran Pandeglang, Carita Banten ini.

Dalam praktik penyelenggaraannya, Pondok Pesantren tersebut tidak melakukan pungutan biaya administrasi  apapun kepada santrinya. Ia mengatakan semua ini dibangun dan berjalan atas shadaqah jariyah, infaq dan zakat yang diberikan oleh Masyarakat.

“Kita mempunyai Baitul Maal yang di bentuk untuk memenuhi kebutuhan program Pondok Pseantren Gratis ini,” pungkas Pria kelahiran tahun 1957 ini.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.