TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) FISIP Unis menggelar aksi di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa, (22/06/2021).

Dalam aksinya, mereka menuntut Pemkot Tangerang bertanggung jawab pasca Kegiatan Pemilihan Kang Nong Kota Tangerang 2021 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menjadi penyebab munculnya cluster baru Covid 19.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, GMNI FISIP Unis Tangerang, Ibrahim Siregar menyatakan dengan keras bahwasanya Pemkot Tangerang telah melanggar UU no. 6 tentang kekarantinaan kesehatan serta Peraturan Wali Kota Tangerang No. 9 tahun 2021 dan Surat Edaran No. 180/416-Bag.Hkm/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Kelurahan, dengan mengumpulkan kerumunan dalam satu tempat.

“Pemkot ini ambigu, berani melanggar peraturan yang sudah dibuat oleh bapak Presiden Republik Indonesia dan tidak ada tanggung jawabnya,” ujarnya.

Dalam orasinya, GMNI menyampaikan 4 tuntutan yaitu mendesak DPRD Kota Tangerang untuk tidak tebang pilih dan memanggil dinas terkait, buktikan bahwa karantina peserta Kang Nong 2021 telah menerapkan Prokes yang ketat, mendesak Walikota Tangerang untuk mencopot jabatan Kepala Dinas terkait, dan terapkan kebijakan yang tidak tebang pilih di Kota Tangerang.

“Kita lihat dan kita tunggu respon Pemkot Tangerang nanti seperti apa, kalau tidak dijalankan, berarti bisa kami katakan Pemerintah Kota Tangerang yang dipimpin oleh Arief R Wisma ndah hanya ngomong besar,” tutupnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan