NEWS TICKER

Persidangan Melalui Aplikasi Zoom, Pemiliki Sabu 70 Kilo gram di Tuntut Mati

Kamis, 17 September 2020 | 4:30 pm
Reporter: SEP
Posted by: Indra Rubadi
Dibaca: 103
Sidang Narkotika PN Tangerang Menggunakan Aplikasi Zoom, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Sempat tidak di dampingi Pengacara, ke dua Terdakwa akhirnya di Tuntut Mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Eko Purwanto SH. Setelah ramai di beritakan akhirnya Majelis Hakim Samsudin SH menunjuk Pengacara Johan SH untuk mendampingi perkara Dony dan Subhan. Kamis, 17/09/2020.

Dari Tahanan Polda Metro Jaya, Subhan dan Dony Gojali tampak di layar kaca Pengadilan Negeri (PN) Tangerang Ruang Sidang 1, JPU Eko Purwanto SH dihadapan Majelis Hakim Samsudin SH MH didampingi Pengacara Johan yang di tunjuk oleh Majelis Hakim.

Dalam uraian tuntutan JPU memaparkan,

“para terdakwa telah melanggar pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” tegas Eko Purwanto.

“Barang bukti 70 bungkus teh cina yang terbagi menjadi tiga bungkus (25, 25 dan 20 bungkus) Sabu seberat 70 kilo gram dari sisa yang sudah terjual sebanyak 15 bungkus dengan berat 15 Kg, Satu unit Sepeda motor jupiter Z nopol B 6386 GSU berikut HP dan buku tabungan atas nama Subhan di sita Negara,” jelas Eko.

“Para Terdakwa yang sudah berhasil menikmati keuntungan 30 juta dari 15Kg yang sudah terjual, perbuatan para terdakwa Dony Gojali alias Ahuat bin Lie Sim (31 tahun) dan kakak iparnya Subhan warga kampung Masigit RT 004/002 Desa Cipaeh Kecamatan Gunung Kaler Kabupaten Tangerang sudah cukup bukti melanggar pasal 114 tentang Narkotika,” tambahnya.

Para terdakwa di tangkap oleh Polisi Polda Metro Jaya di Daerah Sepatan pada 18 Januari 2020 di parkiran Ruko Sepatan Mas Jalan Raya Mauk Desa Karet dan tidak jauh dari rumah kontrakan para terdakwa.

“Perbuatan terdakwa Dony Gojali dan kakak iparnya Subhan tidak mengindahkan program pemerintah yang sedang giat-giatnya memerangi narkotika di saat negara sedang di landa wabah penyakit virus Corona atau covid 19, dengan sengaja melakukan pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana prekusor Narkotika tanpa hak dan melawan hukum menawarkan untuk di jual, membeli menjadi perantara, menukar menyerahkan atau menerima narkotika golongan 1 dalam bentuk bukan tanaman, para terdakwa di jatuhi Hukuman Mati,” urai JPU dalam tuntutanya.

Mendengar tuntutan mati ke dua terdakwa tampak di layar kaca hanya menunduk dari balik sidang telekomfrens Polda Metro Jaya.

Majelis Hakim Samsudin SH menanyakan para terdakwa atas tuntutan mati oleh JPU, Majelis hakim menawarkan pembelaan terdakwa Subhan dan Dony kepada Kuasa Hukumnya untuk pembelaan.

Johan Kuasa Hukum terdakwa mengungkapkan permohonan pada Majelis Hakim agar tidak dijatuhi hukuman Mati

“Saya berharap para terdakwa tidak di jatuhi hukuman mati, berilah mereka kesempatan untuk hidup, mereka melakukan semua ini karena terdesak ekonomi,” ujar Johan.

Majelis Hakim menunda Sidang hingga hari Kamis, 24 September 2020 untuk Pembelaan.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.