NEWS TICKER

Perkosa Anak di Bawah Umur dituntut Hanya 5 Tahun Penjara

Selasa, 24 November 2020 | 5:59 pm
Reporter: Oki
Posted by: Indra Rubadi
Dibaca: 379
Terdakwa saat memasuki Ruang Sidang PN Tangerang, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Sidang pidana Pemerkosaan terhadap anak dibawah umur akhirnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Triade Margaretha, SH menuntut terdakwa hanya 5 tahun penjara.

Bramu Aji Joyo alias Aji kelahiran Jepara, 8 Februari 2004 warga Peninggalan Barat 2 RT 011/011 Kelurahan Kebayoran Lama Utara Kecamatan Kebayoran Lama Jakarta Selatan, terdakwa telah melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap korban berinisial KDY 15 tahun.

Dalam uraian Penuntut Umum Triade Margaretha, Senin, 19 Oktober 2020. Terdakwa menyusup ke kamar korban ketika sedang bermain petak umpat bersama taman-temannya.

Terdakwa ngumpet (bersembunyi) dipojok tempat tidur korban, pada tengah malam terdakwa Bram Aji Joyo melorotkan celana korban KDY, tetapi di naikan lagi oleh korban, terdakwa mengancam akan melaporkan terdakwa ke orang tuanya kalau tidak mau melayaninya.

Karena ada rasa takut korban membiarkan terdakwa memasukan kemaluannya ke kemaluan korban, korban kesakitan dan berteriak sakit. Sapinah ibu korban keluar kamar dan mendapati anak gadisnya sedang di tindih terdakwa Bram Aji Joyo.

Dalam kesaksian korban dihadapan Hakim Tunggal Subchi Eko Putro, SH, MH. KDY menjelaskan,

“Kalau terdakwa ini sudah banyak korbanya yang di paksa bersetubuh, bahkan ada yang hamil 2 bulan dan di gugurkan, mantan pacarnya rata-rata pernah disetubuhi,” ujar KDY.

Barang bukti kaos berwarna merah, celana pendek, celana dalam, sprai warna biru muda. Berdasarkan hasil visum Wt Repertum dokter rumah sakit umum Kabupaten Tangerang surat ver/66/X/2020/sektor pondok aren tanggal 24 Oktober 2020 dengan hasil sebagai berikut.

Dokter Liauw djai Yen. So.F pada hari Jum’at, 23 Oktober 2020 dengan kesimpulan, 

Korban anak perempuan umur lima belas tahun ditemukan robek selaput dara sampai dasar pada arah jam tujuh dan robekan tidak sampai dasar pada arah jam dua akibat kekerasan benda tumpul,” papar Dokter Liauw.

Unsur melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dwngannya telah terbukti dan terpenuhi secara sah dan menyakinkan melanggar pasal 184 ayat (1) huruf d Jo pasal 188 ayat (1) dan 2 KUHP.

JPU Triade Margaretha, SH dalam analisa yuridis, dalam tuntutan alternatif JPU membuktikan pasal 81 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 17 Tahun 2016. Tentang penetapan perpu nomor 1 tahun 2016 perubahan nomor 23 tahun 2006 tentang perlindungan anak.

Dalam tuntutan JPU Triade Margaretha, SH Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan (Tangsel), agar Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri TANGERANG yang memeriksa dan mengadili  perkara ini memutuskan sebagai berikut, Menyatakan Bramu Aji Joyo bin Sugeng Purnomo alm. telah terbukti secara sah dan menyakinkan tindak pidana dalam pasal 81 menghukum terdakwa Bramu Aji Joyo selama 5 tahun penjara.

Menurut salah satu JPU Tangsel,

“Mungkin itu Copas tuntutan yang lama, dalam pembelaannya terdakwa Bramu Aji Joyo mengaku bersalah, sedangkan Kuasa Hukum terdakwa, bahwa terdakwa tidak bersalah mohon Hakim menghukum seadil-adilnya,” ujar Bahtiar, SH Penasehat hukum korbaan ketika mendengarkan pembelaan terdakwa dan kuasa hukumnya.

Bahtiar menambahkan,

“Kuasa hukum terdakwa mengatakan. Saksi korban mengada-ngada dan palsu dalam persidangan ini, diduga JPU tidak konsiten menangani  perkara lendir ini, Haram Hukumnya mempermainkan perkara yang bau darah dan lendir, ingat kalalaian, Pejabat juga punya Keluarga, kalau sampai menimpa keluarga kalian sakit yang kalian rasakan, seperti apa yang di rasakan korban dan keluarganya,” ujar Supar LSM lintas Banten.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.