NEWS TICKER

Perbudakan Berselimut Tenaga Kerja Harian Lepas

Jumat, 3 Juli 2020 | 4:27 pm
Reporter: Indra
Posted by: Indra Rubadi
Dibaca: 474
Ketua dan Pendiri LSM GARUK KKN Agus, foto indra Faktakhatulistiwa.com

TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Provinsi Banten pada Umumnya dan Kota Tangerang khususnya, sudah tidak ada karyawan, yang ada adalah Tenaga Harian Lepas (THL) yang secara aturan sama dengan Perbudakan.

Perusahaan yang berdiri sekarang hanya mempekerjakan THL dengan gaji yang dibawah standar Upah Minimum Regional (UMR) bahkan perusahaan- perusahaan yang memberlakukan aturan tersebut diduga tidak berijin.

Seperti yang dijelaskan oleh Ketua yang sekaligus Pendiri LSM GARUK KKN, yang akarab disapa Bang Agus ini mengatakan bahwa THL banyak yang terdampak PHK secara sepihak.

“Mereka (pekerja -red) diupah tanpa tunjangan apapun, baik tunjangan kesehatan ataupun tunjangan yang lainnya, kedua banyak karyawan yang di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja -red) sepihak oleh pihak perusahaan yang tidak sesuai dengan aturan,” paparnya.

Agus pun menjelaskan kepada Faktakhatulistiwa.com melalui Pesan Singkat WhatsApp (WA), kalau THL bilamana terkena PHK sepihak tidak sesuai dengan PMTK, Kamis 02/07/2020.

“semisal PHK yang tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (PMTK), sehingga uang yang diterima tidak layak, yang lucunya lagi, setelah di PHK sepihak dipekerjakan lagi namun sebagai harian lepas tanpa ada tunjangan apapun, baik itu Jamsostek ataupun yg lainnya, apa bedanya dengan budak kalo ga ada jaminan apa-apa dari perusahaan,” jelasnya.

Bahkan dengan tegas, Agus menyatakan bahwa THL yang saat ini diberlakukan adalah kamuflase dari Perbudakan Modern.

“Yang namanya bekerja tanpa jaminan dari yang mempekerjakan, apa bedanya dengan Budak yang kerja tanpa apa-apa dan ga ngejamin apa-apa, sekarang kan begitu adanya, Tenaga Harian Lepas yang kalo dipake saat dibutuhkan dan kalo kebutuhan dah terpenuhi ya… dilepas, Pemerintahan wajib dipertanyakan bila mengaku tidak mengetahui,” tutupnya.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.