NEWS TICKER

Penyidik Polres Tidak Hadiri Sidang Praperadilan

Senin, 12 Oktober 2020 | 3:59 pm
Reporter: SEP
Posted by: Indra Rubadi
Dibaca: 96
Ruang Praperadilan di PN Tangerang, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Sidang Praperadilan antara Pemohon Yaw Nio (68 tahun) Melawan termohon Polres Metro Tangerang Kota dan Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, ditunda hingga Selasa,13 Oktober 2020 Karena Termohon tidak ada yang hadir dalam Persidangan.

Hakim Tunggal Gatot Mawardi SH, MH dalam keadaan sakit membuka sidang Praperadilan Senin, 12 Oktober 2020 tentang Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3), Kuasa Hukum Termohon Willy Sidharta, SH mengatakan,

“Hari ini sidang pertama, tetapi termohon Penyidik Kepolisian CQ dan Kejaksaan Negeri Kota Tangerang tidak ada yang hadir, Kami ajukan Permohon Praperadilan tentang Sah atau Tidaknya Penghentian Penyidikan terhadap laporan Clien kami,” ujarnya Willy Sidharta, SH.

Ada Laporan Polisi Nomor Lp/K/903/VI/2020/ Resort Tangerang Kota tertanggal 9 Juni 2002 sesuai Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) Nomor B/7263/XRes.1.9/2019 tertanggal 25 Oktober 2019.

Pemohon Yaw Nio Warga Kampung Sindang RT 003/004 Kelurahan Neglasari bersama 5 Saudaranya melaporkan wilson Tambunan Warga jalan cangkir II Blok F. III nomor 9 RT 06/11 Kelurahan Pondok Kelapa Kecamatan Deren sawit Jakarta Timur.

“Kami selaku Kuasa Hukum Termohon mengajukan Praperadilan atas dihentikannya proses penyidikan terhadap laporan Clien Kami, Sebagai ahli waris mendiang Souw Tjeng Sin yang sudah meninggal pada tanggal 19 April 2010,” tambah Willy.

“Almarhum Souw Tjeng Sin merupakan pemilik tanah yang sah sekaligus 5 bangunan di atas tanah seluas 1700 meter, bahwa pemohon merupakan korban dari kejahatan (Secondary Victims) atas terbitnya Akta Jual Beli (AJB) No 15/1/Batuceper/1994 atas obyek perkara yang di buat tanpa sepengetahuan almarhum Souw Tjeng Sin dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), Said Hasjim Hamid pada tanggal 2 Maret 1994 di atas obyek tanah pemilik almarhum Souw Tjeng Sin,” tandas Willy.

Dengan mempergunakan AJB tersebut Wilson Tambunan melakukan peralihan hak atas obyek tanah tersebut menjadi sertifikat hak milik SHM No 183 Neglasari tertulis Souw Tjeng Sin menjadi sertipikat hak milik SHM No 965 Neglasari atas nama Wilson Tambunan pada 11 April 1997.

“Sidang besok Selasa 20 Oktober 2020 masih memanggil Termohon Penyidik Kepolisian dan Penyidik Kasipidum Kejaksaan, acaranya termohon datang atau tidak datang sidang berlanjut,” tegas Willy Sidharta.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.