NEWS TICKER

Pengamat Sosial Prihatin dengan Kebijakan PEMKOT Tangerang Terhadap Aktivitas Sosial Kebudayaan

Senin, 20 Juli 2020 | 1:06 pm
Reporter: Hasan
Posted by: Hasan Abdullah
Dibaca: 3361

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Ramai kabar Komunitas Semangat Berbagi (Semanggi) Foundation yang bakal digusur Pemkot Tangerang mengundang keprihatian masyarakat dari kalangan komunitas, Pelajar, juga kalangan Akademis.

Menurut Ajis Pramuji, Pengamat Sosial, sentuhan Pemerintah Kota Tangerang terhadap persoalan sosial dan kebudayaan masih kurang. 

“Belum menyentuh pada hal-hal yang hakikat,” ungkap Ajis, Minggu (19/07/2020).

Semestinya inovasi social entrepreneurship yang dilakukan komunitas Semanggi yang sebelumnya Anak Langit Dan ada juga Rumah Tawon, harus disikapi Pemkot sebagai asset yang harus di-maintenance.

“Anak Langit itu pernah mempersembahkan Bhaksacaraka beberapa tahun lalu, sebuah penghargaan dari Pemerintah Indonesia untuk kota kreatif yg bisa menumbuhhkan kreatifitas sosial,” katanya.

Demikian juga Semanggi memiliki prestasi yang luar biasa. Komunitas ini juga sudahmencapai tingkat internasional.

“Orang Amerika dan Taiwan pernah melakukan riset sosial juga, melalui komunitas Semanggi,” ungkapnya

Rumah Tawon juga prestasinya sangat bagus. Mereka melakukan pembinaan terhadap anak-anak bangsa. Kreatifitas sosial mereka tumbuh di akar rumput dengan kesadaran sendiri dari rakyatnya, bukan karena dorongan pemerintah. Walau tempat mereka yang sebelumnya tergusur, mereka mandiri masih tetap ada.

“Saya melihatnya ini sebagai modal sosial (social capital) yang menjadi aset kota. Namun kelompok-kelompok ini tumbuh  dengan persoalan yg sama, yaitu tidak memiliki asset tempat,” katanya.

Namun ungkap Ajis, Hal itu tidak menjadi alasan bagi mereka untuk terus tumbuh, hadir, berkembang dan bermanfaat. 

“Itu sudah mereka buktikan. Kesadaran ini kurang diperhatikan Pemkot ,” Tutupnya.

 

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.