NEWS TICKER

Pengacara Muda Dampingi Kasus Pangeran Kesultanan Cirebon Kuda Putih

Minggu, 17 Mei 2020 | 7:34 am
Reporter: Redaksi
Posted by: Indra Rubadi
Dibaca: 428
Zainal Febrianto.SH bersama Raden Heru Rusyamsi Aria Natareja, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

KABUPATEN TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Banten ricuh dengan oknum debt collector pada Kamis 05 maret 2020 pukul 18.30. Kericuhan tersebut terjadi ketika Panguyuban Santana Kesultanan Cirebon (SKC) yang dipimpin oleh Tokoh Nasional Raden Heru Rusyamsi Aria Natareja selaku Pangeran Kuda Putih Cirebon yang diduga mengalami penarikan kendaraan dirumahnya dengan cara yang tidak sesuai aturan oleh terduga oknum debt collector berinisial D dan dua orang rekan lainnya dari leasing WOM Finance Cabang Curug, Kabupaten Tangerang, Banten.

Pangeran Kuda Putih Cirebon yang bernama Raden Heru Rusyamsi Aria Natareja, saat itu terlambat melakukan pembayaran hanya 3 hari setelah tanggal jatuh tempo kendaraan motornya, atas kasus tersebut, ada beberapa pasal yang telah dilanggar oleh debt collector.

“Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 1169/KMK.01/1991 tentang Kegiatan Sewa Guna Usaha, menyebut bahwa setiap transaksi sewa guna usaha wajib diikat dalam suatu perjanjian, untuk itu pada leasing biasanya akan diikuti jaminan fidusia, Perjanjian fidusia adalah perjanjian hutang piutang kreditor kepada debitor yang melibatkan penjaminan” papar Zainal.

“Jaminan tersebut kedudukannya masih dalam penguasaan pemilik jaminan, sehingga pihak leasing dilarang menarik motor atau jaminan lainnya tanpa penilaian badan Pelelang Hukum dan selain itu, pada Peraturan Menteri Keuangan No.130/PMK.010/2012 juga telah melarang leasing menarik secara paksa kendaraan nasabah yang nunggak bayar kredit” tambahnya.

Kantor Hukum Zainal Febrianto.SH dan Rekan melansir dari UU,

Dalam tulisan Realis yang disampaikan kepada Redaksi Faktakhatulistiwa.com Zainal Febrianto.SH juga menjelaskan,

“Penarikan kendaraan secara paksa oleh debt collector, bisa dikenai Pasal 368 Ayat (1) yang menyatakan yang berbunyi Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun” paparnya.

“Pasal 365 KUHP berbunyi diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun, pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, terhadap orang, dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pencurian, atau dalam hal tertangkap tangan, untuk memungkinkan melarikan diri sendiri atau peserta lainnya, atau untuk tetap menguasai barang yang dicuri” imbuhnya.

Dalam tulisan Kantor Hukum Zainal Febrianto.SH dan Rekan menegaskan,

“Kami sebagai Kuasa Hukum dari Panguyuban Santana Kesultanan Cirebon yang dipimpin olen Raden Heru Rusyamsi sebagai Pangeran Kuda Putih Cirebon, akan mengusut tuntas debt kolektor dari leasing WOM Finance dari penarikan kendaraan motor yang tidak sesuai dengan aturan UU, supaya ada efek jera kepada debt kolektor yang sering sekali mengambil dan merampas kendaaran secara paksa, ditambahnya adanya surat laporan yang sama sekali saya tidak pernah tandatangani” tandasnya.

“Hal tersebut meresahkan kami selalu keluarga besar SKC Pangeran Cirebon-Kuda Putih atas kejadian ini sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian Polsek Legok dan kuasa hukum kami” tutupnya.

Dilain sisi, hasil Komunikasi melalui WhatsApp (WA) awak media Faktakhatulistiwa.com dengan Kepolisian Polsek Legok, Brigadir Fajar Sugiharto, menjawab,

“Semua nya masih dalam tahap penyelidikan yah mas, Terima kasih” balasnya.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.