TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Pemerintah pusat melalui Kementrian Sosial (Kemensos) berupaya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat dalam berbagai program, yang salahsatunya seperti Bantuan Sosial Tunai (BST).

Namun dalam program BST tersebut, masih ada saja yang mencoba memanfaatkan momen tersebut dengan melakukan pungutan kepada para warga penerima.

Seperti diketahui, adanya pungutan BST itu terjadi di wilayah Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang dari oknum PSM yang diduga telah meminta iuran kepada warganya yang berstatus sebagai penerima manfaat.

“Bawa uang ya 1 undangan 50 ribu, dapetnya 1 undangan 600 ribu,” tulis isi pesan seorang oknum PSM kepada warga penerima manfaat yang diterima Faktakhatulistiwa.com, (28/7).

Mengetahui adanya pungutan tersebut, warga RT 02 RW 06 pun dihimpun tengah berupaya untuk melakukan rapat bersama, namun tidak dihadiri oleh pihak PSM terkait.

“Sudah dicoba rembug warga, namun pihak yang mintain pungutan tersebut malah gak hadir,” ungkap salahsatu warga.

Diketahui, pihak pendamping program BST Kelurahan Buaran Indah yang meminta pungutan merupakan Ketua PSM serta ketua RT yang berinisial A, SE, dan EB.

Saat dikonfirmasi wartawan, Lurah Buaran Indah, Safillah belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait adanya dugaan pungli dana BST yang cair sejumlah 600 ribu kepada para warga penerima manfaat.

Seperti diketahui, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini sempat geram karena menemukan adanya pemotongan dan bantuan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua wilayah di Kota Tangerang, Banten.

“Saya sengaja sidak ini tidak memberi tahu kepala daerah (Wali Kota Tangerang) di sini. Saya sendiri mau tahu langsung bagaimana masyarakat menerima bantuan sosial,” kata Risma, saat mengunjungi salah satu rumah warga di Kota Tangerang, Rabu (28/7). (Yud/Faktakhatulistiwa.com)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan