TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Setelah dua hari pencarian, jasad korban pria paruh baya yang nekat melompat dari jembatan merah berinisial MD akhirnya ditemukan.

Penemuan tersebut setelah pihak keluarga bersama para relawan yang menumpangi perahu milik warga berupaya melakukan pencarian di malam hari, saat tim gabungan beristirahat, sekira pukul 21.00 WIB, Kamis (22/7/2021) malam.

“Dihari pertama memang kita belum membuahkan hasil, dan di hari kedua ini setelah bekerja dari pagi, siang, sore, tim sudah bekerja dengan maksimal dibantu dengan pak Haji Heru dari lingkungan dengan timnya juga membantu tim SAR, ketika bertemu magrib tim SAR itu sudah istirahat karena lelah, capek, dan itu tidak sengaja temen-temen menelusuri sungai dan kebetulan menemukan jenazah alamarhum ditengah-tengah sekitar belakang PDAM,” kata Sugiyanto yang merupakan keluarga MD saat di lokasi.

Sebelumnya, pihak keluarga mendapati laporan adanya seorang pria paruh baya yang melompat dari jembatan merah ke sungai Cisadane, dengan meninggalkan sepeda motornya diatas jembatan.

“Ini ada korban yang loncat cari jembatan merah, ini motornya sudah dibawa ke Polsek, dan dari Polsek mendapat rilis keterangan berdasarkan nomor kendaraannya, kemudian saya dihubungi sebagai saudaranya, kebetulan almarhum ini yang loncat adalah paman saya, adik kandung dari ibu saya,” kata Sugiyanto yang merupakan anggota DPRD Provinsi Banten ini kepada Faktakhatulistiwa.com

“Lalu saya mengecek kebenaran itu kerumah almarhum, dan ternyata alamat itu sesuai dengan apa yang tertera dari kepolisian,” tambahnya.

Mengetahui hal tersebut, pihak keluarga mencoba mengubungi BPBD Kota Tangerang untuk dilakukan upaya pencarian.

“Kemudian kami berkordinasi dengan Badan Penaggulangan Daerah, dengan respon yang bagus langsung merespect, kemudian dengan tim Damkar juga langsung melakukan penelusuran ke lokasi,” terangnya.

Lebih lanjut, semasa hidupnya MD tidak mempunyai masalah, lanjut Sugi, namun pamannya memiliki penyakit sulit tidur.

“Almarhum ini sih gak ada masalah, tapi memang almarhum ini ada penyakit tidak bisa tidur, kalau tekanan yang lain sih dia tidak ada dan tidak pernah cerita hal-hal yang negatif,” jelasnya.

Diduga MD nekat mengakhiri hidupnya, dengan melompat ke sungai Cisadane karena dampak usahanya yang sepi, hingga MD menjadi sulit tidur.

“Almarhum ini usahanya buka toko buku di Pasar Anyar, dan sekolah itu kan sekarang sistemnya online, mungkin karena kondisi seperti ini, semua mengalami berkurangnya omset dari penjualan. Mungkin bisa saja itu menjadi salahsatu pemicu dengan kurang bisa tidurnya almarhum,” pungkasnya.

follow and like us:
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan