NEWS TICKER

MTXL dan IZI Bekerjasama Bangun Jembatan Talagahiang di Lebak-Banten

Senin, 5 Oktober 2020 | 12:33 pm
Reporter: Bani Adam
Posted by: Indra Rubadi
Dibaca: 4041
MTXL Bekerjasama Dengan IZI Membangun Jembatan

LEBAK, Faktakhatulistiwa.com – Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), lembaga penghimpun dan pengelola zakat resmi nasional menjalin kerjasama dengan Majelis Taklim XL Axiata (MTXL) dengan membangun jembatan Talagahiang XL di Kecamatan Cipanas, Lebak, Banten.

Kerjasama ini bagian dari program bantuan kebencanaan bagi warga Lebak yang sempat diterjang banjir bandang pada Januari lalu.

Banjir bandang yang terjadi di Lebak-Banten kemarin merupakan salah satu bencana terparah di awal tahun 2020. Salah satu dampak yang dihasilkan bencana tersebut adalah hancurnya jembatan penghubung antar Desa Talagahiang dan Desa Sipayung, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten.

Kerjasama yang terbangun antara IZI dan MTXL ini membantu kerja pemerintah daerah Lebak-Banten sekaligus menambah manfaat bagi warga setempat, terutama pengguna roda empat dan usahawan kecil-menengah.

“Semoga kerjasama pembangunan infrastruktur penghubung ini terus berkelanjutan, sehingga menghidupkan kembali urat nadi perekonomian warga sekitar yang dahulu sempat berjalan,” sambut H. Maman Suparman, S.ST, M.Si., Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak, Banten.

Dana pembangunan Jembatan Talagahiang XL ini sendiri berasal dari dana wakaf yang dihimpun melalui para karyawan, manajemen, dan pelanggan setia XL Axiata yang dtujukan bagi kemaslahatan warga yang membutuhkan, seperti halnya penanganan pascabencana.

Amir Majelis Taklim XL Axiata, Nashrul Hendarsyah, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan jembatan tersebut hendaknya dilakukan pada Februari kemarin. Namun isu coronavirus yang mulai mewabah di seluruh dunia membuat mereka menundanya.

Nashrul Hendarsyah, Amir MTXL

“Kami memang berencana membangunnya di Februari lalu. Akibat isu Covid-19 kami menundanya. Hari ini membahagiakan saya, karena saya memiliki kesempatan berkontribusi membangun infrastruktur penghubung di kampung sendiri,” jelas Nashrul kepada hadirin peletakan batu pertama Pembangunan Jembatan Talagahiang XL.

Sebelum terjadinya banjir bandang pada Januari yang lalu, Jembatan di Kecamatan Cipanas, Lebak-Banten ini mampu merangsang tumbuhnya aktivitas ekonomi warga sekitar. Tercatat bahwa kehadiran jembatan tersebut melahirkan bisnis agrowisata berupa tempat makan dan pemancingan yang berdiri di kisaran jembatan serta pinggir sungai, ada juga kehadiran keramba bagi warga beternak ikan.

Pascabencana, warga kecamatan Cipanas, Lebak-Banten membangun jembatan darurat menggunakan material bambu dan kayu. Bangunan penghubung tersebut hanya dapat dilewati para pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Berkali-kali pembangunannya, jembatan kayu dan bambu itu ikut roboh akibat tergerus aliran sungai. Untuk itu, IZI dan MTXL berupaya memudahkan aktivitas warga terdampak banjir bandang Lebak-Banten dengan meningkatkan spesifikasi bangunan jembatan penghubung tersebut agar lebih kokoh dan dapat dilalui kendaraan roda empat.

Mohammad Yunus, Kepala Divisi IZI

“Rencananya kami dan XL meninggikan fondasi Jembatan Talagahiang XL ini satu meter dari fondasinya yang semula, agar makin kokoh dan aman, insyaallah,” ungkap Mohammad Yunus yang mewakili manajemen IZI.

Menurut Kepala Divisi Bencana dan Kampung Zakat itu lagi, kerjasama dengan MTXL dilatarbelakangi atas komitmen lembaga zakat tempatnya mengabdi untuk terus memudahkan warga terdampak bencana, khususnya di Kecamatan Cipanas, Lebak-Banten. Karenanya, program yang dibangun tetap mengusung prinsip ‘Gotong Royong dengan Berzakat’.

Pembangunan jembatan ini telah direncanakan serta dikomunikasikan dengan Pemerintah dari kedua desa dan pihak Kecamatan Cipanas. Perihal ini kemudian telah dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Lebak, juga Ketua BPBD Lebak yang diteruskan kepada Bupati Lebak-Banten.

Jembatan Talagahiang XL ditargetkan selesai pada bulan Desember 2020 nanti. Pembangunan yang rencananya menghabiskan lebih dari setengah milyar rupiah tersebut diharapkan dapat menyambung akses warga sekitar di dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.