TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Ratusan buruh karyawan PT. Pelita Cengkareng Paper menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Raya Daan Mogot KM 18, Tangerang, Rabu (19/01/2022).

Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) tersebut menggelar orasi di depan PT Pelita Cengkareng Paper guna meminta adanya kejelasan hak normatif yang belum dibayarkan oleh perusahaan, seperti, pembayaran upah, pembayaran THR 2021, pembayaran iuran BPJS Kesehatan, pembayaran uang pensiun, pembayaran uang jasa karyawan kontrak, pembayaran uang pesangon, dan pembayaran uang PHK karyawan yang telah meninggal dunia.

“Kami menilai upaya untuk bernegosiasi dengan pihak perusahaan tak tercapai baik secara internal maupun melalui pihak Dinas Ketenagakerjaan. Pihak perusahaan terkesan tak mengindahkan hal tersebut,” ungkap Koordinator aksi, Affan Kasmurian.

Adapun nasib 26 karyawan yang sudah pensiun tahun 2020, lanjut Affan, haknya belum dibayarkan secara penuh. Ironisnya ada dua karyawan yang meninggal dunia juga haknya masih terhambat.

“Selain itu, uang Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri tahun 2021 dibayarkan secara dicicil, namun baru sekali dibayarkan oleh perusahaan,” papar Affan.

Lebih lanjut, Affan mengungkapkan, ada poin lain yang menjadi tuntutan seperti, biaya perobatan BPJS Kesehatan.

“Ada lagi beberapa poin yang kami tuntut, seperti uang obat, dan BPJS Kesehatan yang mana pada bulan November 2021 belum dibayarkan, sehingga karyawan bahu membahu untuk membayar uang BPJS,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rukmana turut menyampaikan bahwa diduga perusahaan tersebut telah mengganti nama dari PT Pelita Cengkareng Paper menjadi PT Wijaya Wisesa Paper.

“Parahnya lagi, Perusahaan diduga kuat telah berganti nama, yang mana dari PT. Pelita Cengkareng Paper, kini menjadi PT. Wijaya Wisesa Paper yang mana salahsatu pimpinan perusahaannya adalah Pak Indra, dan HRDnya Pak Hadi, serta sudah menerima lowongan kerja baru, dan yang mulai bekerja sekitar 20 orang,” tandas Rukmana.

Adapun Dedi turut memaparkan, bahwa dirinya sudah 37 tahun bekerja, namun uang pensiunnya belum dibayarkan secara penuh oleh pihak perusahaan, begitu juga dengan nasib rekan-rekannya sebanyak 26 orang secara keseluruhan.

“Sudah 37 tahun bekerja, tapi sampai sekarang belum dibayar penuh,” pungkasnya. (Yud)

follow and like us:
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan