NEWS TICKER

Menolak Keras Konflik Sengketa Lahan Merugikan Warga

Kamis, 20 Agustus 2020 | 7:55 pm
Reporter: Indra
Posted by: Indra Rubadi
Dibaca: 310
Protes Warga atas Konflik Sengketa Lahan, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Sejumlah warga kelurahan cipete kecamatan pinang membentangkan kain kafan bertuliskan menolak keras konflik yang membuat resah masyarakat, khususnya di sekitaran lokasi sengketa tanah yang sempat rusuh beberapa hari lalu.

Berdasarkan pantauan dilokasi, aksi yang dipusatkan persis ditepi jalan HR Rasuna Said tersebut sempat membuat macet lalu lintas di sekitaran lokasi lantaran banyaknya pengguna jalan yang berhenti dan membaca pesan yang disampaikan oleh warga yang resah tersebut.

Saipul Basri Koordinator aksi menyebut, dengan membentangkan dua lembar kain kafan sepanjang 2 meter tersebut diharapkan kedua kubu yang saat itu tengah berseteru dapat lebih mengedepankan musyawarah ketimbang cara – cara kekerasan.

“kami mengecam keras konflik yang terjadi diwilayah kami, kami sebagai masyarakat cipete kunciran juga merasa resah terkait adanya konflik antar pengusaha,” jelasnya.

Ia berharap melalui aksi tersebut tidak lagi ada konflik kepentingan yang berujung pada gesekan dan kekerasan atas kepemilikan lahan tersebut.

“kami melakukan gerakan seperti ini agar pesan damai yang kami sampaikan kepada mereka yang sedang berseteru tidak meresahkan kami sebagai masyarakat yang tidak tahu menahu persolan yang sedang terjadi,”jelas Saipul yang akrab disapa bang Marcel.

Disamping itu, melalui aksi pesan damai yang disampaikan tersebut masyarakat kelurahan cipete kunciran juga mendapatkan kejelasan atas konflik kepentingan sengketa lahan tersebut.

“Memang belum lama muncul (isu) eksekusi lahan yang akan dilakukan dengan luas 45 hektar dan kami resah selaku masyarakat yang ada diwilayah sekitar mereka, karna titik dimana eksekusi lahan itu kami tidak tau,”tuturnya.

dengan demikian dirinya dan masyarakat sekitar lainnya mengaku merasa resah dan khawatir terkena dampak dari eksekusi lahan tersebut lantaran batas dari lahan seluas 45 hektar tersebut belum diketahui dimana letak pastinya.

“kami khawatir titik lokasi tersebut ada diwilayah yang memang saat ini kita tempati dalam hal ini rumah, kita kan tidak tau posisi titik titiknya,”jelasnya.

Masih menurut Marcel, Hal tersebut terjadi lantaran beberapa pemangku kebijakan dalam hal ini pemerintah ditingkat wilayah kurang tanggap dalam melihat dan mengatasi persoalan yang membuat keresahan dikalangan masyarakat.

“Ini mereka tidak hadir ditengah masyarakat, minimal mereka memberikan pemahaman atau memberikan keterangan terhadap masyarakat agar tidak muncul keresahan,”tuturnya.

Atas kondisi tersebut, Marcel dan masyarakat lainnya mengaku menyatakan mosi tidak percaya terhadap pemerintah wilayah baik pemerintah kelurahan cipete maupun pemerintah kecamatan pinang.

Disamping itu, Mosi tidak percaya juga ditujukan kepada beberapa anggota legislatif yang sebelum pemilihan menebar janji akan menjadi garda terdepan dalam menyuarakan dan mengatasi keluhan masyarakat kecamatan pinang.

“Mosi tidak percaya juga kami tujukan kepada anggota DPRD yang naik dari dapil 3 yakni pinang dan cipondoh,”tutup Marcel.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.