NEWS TICKER

LSM BMI Layangkan Surat Dorongan Sidak IPAL Milik Lippo Group

Kamis, 9 Juli 2020 | 8:27 pm
Reporter: Indra
Posted by: Indra Rubadi
Dibaca: 4597
Dedy-Coky Menyerahkan Surat Dorongan Sidak ke IPAL Lippo Group, Foto indra Faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Pasca penyegelan Intake milik Lippo Group, LSM BMI (Bintang Merah Indonesia) kembali melayangkan Surat Lanjutan terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berlokasi di Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas Kota Tangerang.

Surat tersebut dilayangkan berdasarkan aduan dari Warga sekitar yang mengeluhkan dampak serta terjadinya perusakan ekosistem sungai Cicayur, hingga berharap Pemeriintah dapat melakukan Penyidakan dan Penindakan Tegas.

Semenjak berdirinya IPAL milik Lippo Group, warga sekitar Hunian Lippo diPanunggangan Barat (PanBar), belum pernah merasakan itikad baik dari penghuni maupun perusahan pengembang dalam bentuk apapun.

Oleh karena itu, LSM BMI menjembatani antara Warga ke Jajaran DPRD Kota Tangerang, dengan melayangkan Surat Dorongan Sidak, sebagai menyambung lidah keluh-kesah warga yang sudah terlalu lama memendam kekecewaan atas ketidak pedulian Lippo Group terhadap warga maupun lingkungan.

Rt Sade yang mendirikan Peci Suci (Penggiat Cinta Sungai Cicayur) sekaligus perwakilan warga yang kecewa menjelaskan pada awak media Faktakhatulistiwa.com, bahwa warganya sudah terlalu lama menahan kekecewaan kepada pihak LIPPO Group yang dengan sengaja membuang limbah serta pendangkalan sungai Cicayur.

“Warga diPanBar udah terlalu lama nahan kekecewaan, emosi sama Lippo, IPAL yang udah lama berdiri tapi ga pernah peduli sama warga, bahkan sama lingkungan pun cuma bisa ngerusak doang,” jelasnya.

Bahkan Rt Sade menegaskan bahwa IPAL milik Lippo Group tidak ada Faedahnya bagi warga PanBar.

“Kita sebagai tetangga, ga pernah ngerasain yang namanya bantuan apapun, bahkan Kita disini cuma bisa nyium bau air yang dibuang langsung ke Sungai Cicayur tanpa adanya pengolahan dulu, sampe lumpurnya juga ikut kebuang, jadi Sungai makin dangkal, ditambah lagi disamping Tol Pinangsia dibikinin bendungan, makin parah aja kwalitas air Sungai Cicayur,” tegasnya.

Kesaksian Rt.Sade inilah yang dijadikan alasan Dedy-Coky selaku Ketua sekaligus Pendiri LSM BMI untuk menindak lanjuti aduan warga ke DPRD Kota Tangerang.

“Kami adalah Lembaga Swadaya Masyarakat, jadi Kami harus bisa merealisasikan keinginan masyarakat selama itu berguna dan bermanfaat untuk masyarakat banyak,” paparnya.

Dedy-Coky pun menegaskan bahwa pasca penyegelan intake milik PT.Villa Permata Cibodas yang seharusnya sudah dibongkar, sekarang IPAL yang juga masih milik PT. yang berada dibawah naungan Lippo Group harus di Segel lalu harus juga dibongkar.

“Intake yang sudah jelas tidak ada Kontribusinya untuk PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Tangerang dan cuma bisa merugikan warga sekitar dengan menjadi sumber banjir, sekarang IPAL pun juga sama, tidak ada untungnya, yang ada hanya Kerugian Fatal, baik untuk warga maupun untuk Alam lingkungan tempat tinggal Warga, intake udah di Segel dan harus secepetnya dibongkar, sekarang IPAL juga harus diSegel yang secepetnya juga dibongkar,” tegasnya.

Dalam Komentar penutupnya, Dedy Coky meyakinkan dengan Tegas pada awak media Faktakhatulistiwa.com, agar para pemangku kebijakan dapat secepatnya membongkar intake serta IPAL yang merugikan masyarakat Panbar.

“Intake PT.Villa Permata Cibodas harus secepetnya dibongkar, IPAL di PanBar yang punya Lippo Group, harus secepetnya di Sidak lalu di Segel,” tutupnya dengan tegas.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.