NEWS TICKER

Lintasan Transformer Membahayakan Pengguna Jalan Neglasari

Sabtu, 9 Januari 2021 | 1:58 pm
Reporter: Indra
Posted by: Redaksi
Dibaca: 365
Lintasan Transformer membuat jalanan kotor, berdebu dan licin, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Tanah sisa bekas lintasan Transformer (Truck Tanah -red) yang melakukan aktifitas pengerjaan pembangunan PT.Moya berlokasi di Jalan Iskandar Muda Kelurahan Mekarsari Kecamatan Neglasari Kota Tangerang.

Tanah sisa yang menempel di Ban Transformer dan membuat kotor jalanan hingga mengakibatkan jalan licin, banyak penggunan jalan yang hampir celaka karena jalan yang licin maupun debu kotoran yang menusuk mata pengendara.

Yang secara aturan, Kondisi lalu lintas yang penggunanya beraneka ragam dan demi terciptanya keteraturan, ketertiban dan keselamatan masing-masing pengguna jalan, dengan merujuk pada Undang-undang tentang lalu lintas dan angkutan jalan (UU LLAJ) Nomor 22 tahun 2019 menggantikan UU LLAJ Nomor 14 tahun 1992.

Seperti di Pasal 105 UU Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, bahwa setiap orang yang menggunakan jalan wajib ;
a. Berperilaku tertib,
b. Mencegah hal-hal yang dapat merintangi, membahayakan keamanan dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan atau yang dapat menimbulkan kerusakan jalan.

Saat awak media Faktakhatulistiwa.com mencari tahu ke Kantor Kecamatan Neglasari terkait jalanan yang membahayakan pengguna jalan yang juga berlokasi beberapa meter, namun sangat disayangkan bahwa jajaran trantib Kecamatan Neglasari enggan memberikan Komentar atas tidak pernah adanya pemberitahuan ataupun dilibatkan terkait pembangunan PT.Moya.

“Kita mah ga pernah tau bang, kalo emang ada, pasti disuruh ngontrol atau ada wejangan untuk perapihan itu,” ujar trantib Kecamatan Neglasari yang enggan disebutkan namanya. Sabtu, (09/02/2021).

Sementara, Ketua DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kota Tangerang, Hilman Santosa mengkritisi Pelaksanaan pekerjaan Proyek PT. Moya yang terkesan tidak menghiraukan keselamatan atau dampak yang terjadi pada warga sekitar.

“Terlihat dari jalan bekas lintasan mobil tanah (Transformer -red) yang lewat, gak peduli jalanan licin membahayakan pengguna jalan dan terkesan pejabat yang berwenang tutup mata. Ada apa gerangan?,” ujar Hilman Santosa.

Adapun menurut Aris Purnomohadi, sebagai Ketua Pengurus Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Handaini Kota Tangerang menambahkan  adanya proyek pembangunan jangan sampai mengorbankan hak masyarakat.

“Jangan sampai Pembangunan mengorbankan Hak-hak Masyarakat,” tegas Aris Purnomohadi.

Hingga berita ini ditayangkan, kepala bidang lalu lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang belum dapat merespon saat dihubungi oleh awak media Faktakhatulistiwa.com melalui telepon selulernya, (9/1).

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.