NEWS TICKER

Langgar Perwal, LPM bersama Warga Tolak Truck Tanah Lintasi Wilayah Batusari

Kamis, 25 Maret 2021 | 1:21 am
Reporter: Yudh
Posted by: Redaktur
Dibaca: 507

 

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Pasca aksi penyetopan kendaraan besar truk tanah (Transformer -red) di Jalan Halim Perdanakusuma, Kelurahan Kebon Besar, Kecamatan Batuceper beberapa hari lalu, dianggap berdampak besar terhadap keamanan dan kenyamanan aktifitas bagi warga RW.02 saat ini.

Dikatakan warga, kendaraan truk tanah tersebut setelah tidak mendapatkan jalan di Jalan Halim Perdanakusuma Kebon Besar malah mengambil jalan alternatif dengan melewati jalan pembangunan 1 Kelurahan Batusari Kecamatan Batuceper.

Dari dampak tersebut Ketua RW.02 dan para Ketua RT juga Ketua LPM Kelurahan Batusari langsung bergerak cepat untuk berkumpul dan bertemu di kantor Kelurahan Batusari guna meminta arahan dari Lurah Batusari terkait halulalangnya truck tanah yang melewati Jalan Pembangunan 1 serta banyaknya kendaraan truk tanah yang terparkir di bahu jalan Djuanda Kelurahan Batusari, Rabu (24/03/2021).

Doni Firdaus Ketua LPM Batusari saat ditemui awak Media dilokasi mengatakan, bahwa pihaknya bersama para Ketua RT dan Ketua RW.02 Batusari betencana akan melakukan aksi penyetopan kendaraan besar yang lalu lalang di Jalan Pembangunan 1.

Karena menurutnya, melalui Peraturan Walikota Tangerang (Perwal) Nomor 30 Tahun 2012 menjadi salah satu landasan hukum yang menguatkan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Forum RT-RW Kelurahan Batusari untuk melakukan Aksi Penyetopan Kendaraan Besar.

“Sebelum kami melakukan aksi penyetopan truk tanah bersama para ketua RT dan Ketua RW.02, meminta arahan bapak lurah selaku pimpinan wilayah, karena walau bagaimanapun LPM itu mitra Pemerintah,” ungkap Doni.

LPM Kelurahan Batusari akan mengikuti arahan dan saran Lurah untuk tidak melakukan aksi penyetopan truk tanah pada hari ini, tetapi kami akan terus bersuara demi kepentingan masyarakat banyak, karena lalu lalangnya truk tanah itu sudah sangat mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat hingga merusak jalan atau fasilitas umum. Maka dari itu LPM bersepakat bersama Ketua 02 dan Para Ketua RT meminta kendaraan truk tanah tidak lagi melewati Jalan Pembangunan 1 baik siang maupun malam hari.

Sementara, Muhammad Fahmi.S.STP Lurah Batusari saat berdiskusi dengan Ketua LPM dan Ketua RW.02 serta para Ketua RT meminta agar dapat menahan diri untuk tidak melakukan aksi penyetopan truk transformer tersebut dan tentu terus  mendorong aspirasi LPM dan teman-teman ke Dinas Perhubungan Kota Tangerang untuk segera ditindaklanjuti.

“Apa yang menjadi aspirasi mentemen LPM dan Forum RT-RW akan saya sampaikan ke Dinas Perhubungan dan tentunya saya tetap meminta agar semuanya dapat menahan diri,” jelas Fahmi Lurah Batusari.

Diketahui aksi penyetopan truck tanah (transformer) tidak jadi di laksanakan karena menunggu hasil dari rapat bersama yang akan dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan dan Satuan Lalu Lintas Polres Tangerang Kota, pada hari Kamis, 25 Maret 2021.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.