TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Fraksi PDI Perjuangan Kota Tangerang menggelar bakti sosial (baksos) secara rutin sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat Kota Tangerang, Minggu ,(17/10/2021).

Namun saat melaksanakan baksos tersebut, Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo, Menyoroti keberadaan TPA liar di Kecamatan Neglasari, Lantaran Kondisi ini keberadaannya menjadi sebuah ‘Musibah’ di satu sisi, menjadi ‘Berkah’ di sisi lainnya.

Musibah yang dimaksud adalah berkaitan dengan dampak tercemarnya kondisi lingkungan, namun ada sebagian masyarakat yang justru bergantung pada sampah-sampah itu lantaran memperoleh manfaat ekonomi.

“Tadi kita keliling di sejumlah RT dan kita juga saksikan ada TPA liar. Tapi ini memang menjadi dilema, karena itu menjadi salah satu kerjaan masyarakat di Neglasari ini. Makanya beberapa bulan saya sampaikan, kita harus memberi edukasi kepada masyarakat agar TPA liar ini bisa ditertibkan, namun kita juga bisa memberi solusi,” ujar Gatot saat pembagian sembako gratis minggu kedelapan kepada masyarakat di RW 01, Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Minggu (17/10/2021) dari kader dan Fraksi PDI Perjuangan Kota Tangerang.

Selain itu Gatot, hadir dalam pembagian sembako gratis minggu kedelapan ini adalah Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Tangerang Andri S Permana dan anggota Fraksi PDI Perjuangan Kota Tangerang Epa Emilia serta Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang Sumarti.

Lebih jauh Gatot mengungkapkan, edukasi yang dimaksud adalah mengenai dampak tidak sehat buat lingkungan atas keberadaan sampah-sampah liar tersebut.

“Tadi kalau kita perhatikan, pas kita jalan kita mencium aroma yang kurang sedap, selain tentu saja lingkungan menjadi agak kumuh. Makanya pemerintah juga harus memberi edukasi pentingnya hidup sehat,” jelasnya.

Untuk itu, ujarnya seiring dengan pembahasan APBD 2022 yang masih berjalan, pihaknya akan sampaikan agar ada solusi yang bisa berikan kepada masyarakat.

“Apalagi Kota Tangerang mencanangkan diri sebagai kota layak huni, maka ini perlu menjadi perhatian serius khususnya jajaran eksekutif. Termasuk nanti ketika TPA liar ditutup ya kita harus memberikan solusi, sebab ini salah satu tempat mereka mencari nafkah. Apa solusinya nih? jadi tidak hanya melarang,” terangnya.

Sementara terkait kajian hukum, pemerintah bisa bekerja sama dengan kejaksaan kepolisian dengan APH (aparat penegak hukum) bisa meminta pandangannya. “Termasuk KPK bila perlu,” ucapnya.

Apa yang pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang ini sampaikan bukan tanpa bukti. Bahkan di sela-sela baksos, ia bersama sekretarisnya sempat melihat dengan kepala sendiri sampah-sampah itu dibuang sembarangan ke Sungai Cisadane oleh masyarakat sekitar.

Lokasinya persis di seberang Sekretariat PAC PDI Perjuangan Kecamatan Neglasari, di Jalan Iskandar Muda, Gang Macan, RT 03/01, Kelurahan Kedaung Wetan.

Sampah-sampah tersebut mayoritas berupa plastik wadah air minum dalam kemasan. Bila dari jalan, terlihat sampah-sampah tersebut tidak banyak. Namun bila melongok lebih dalam, barulah ‘pemandangan sampah’ dibuang ke sungai jelas terlihat.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kota Tangerang Andri S Permana pun turut berkomentar melihat fenomena ini. Menurutnya, pencemaran lingkungan baik sampah di sekitar masyarakat Neglasari maupun yang berada di Sungai Cisadane akan mempengaruhi indeks pembangunan manusia di wilayah tersebut.

“Dalam hal ini, khususnya terkait pola perilaku dan pola hidup masyarakatnya. Makanya dalam penilaian saya, DLH (Dinas Lingkungan Hidup) saya anggap lalai,” terangnya. (Bule)

follow and like us:
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan