BANTEN, Faktakhatulistiwa.com – Dugaan korupsi pembelian masker untuk tenaga kesehatan di lingkup Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten menyeruak. Total kerugian negara mencapai Rp1,6 miliar dari Rp3,3 miliar dana yang dianggarkan.

Kasus ini menyeret dua pelaku dari PT RAM, inisial AS dan WF, yang merupakan pihak penyedia masker KN-95 yang diperuntukan bagi tenaga kesehatan di Banten. Selain itu, kasus ini juga melibatkan LS, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinkes Banten.

Wawan Divonis 4 Tahun Penjara Terkait Korupsi Alkes di Banten dan Tangsel
Nama Gubernur Banten Disebut dalam Kasus Korupsi Hibah Pondok Pesantren

“Penyidik Kejati Banten telah melakukan upaya paksa penahanan terhadap tiga orang tersangka, masing-masing AS, WF, dan LS. Dalam pengadaan masker KN-95,” kata Kepala Kejati Banten, Asep Nana Mulyana, Kamis (27/5/2021).

Masker yang diperuntukan bagi nakes itu jumlahnya 14.000 piece. Rencana Anggaran Belanja (RAB) pengadaan masker tahun 2020 pun disulap, dari Rp70 ribu, menjadi Rp220 ribu per potongnya. Markup anggaran itulah yang menyebabkan negara rugi sekitar Rp1,6 miliar.

“Hasil temuan penyidik, setelah melakukan penyelidikkan mendalam, dan konprehensif, dengan mendengar keterangan saksi-saksi dan alat bukti lain. Sehingga ada kemahalan harga yang menurut hemat kami signifikan,” ujarnya.

Asep masih enggan mengungkapkan potensi bertambahnya tersangka lain atas kasus korupsi masker di Dinkes Banten. Pihaknya menunggu perkembangan pemeriksaan dan penyidikkan atas kasus tersebut.

Termasuk penambahan pasal lainnya, karena melakukan korupsi ditengah pandemi Covid-19. Ketua Kejati Banten menunggu perkembangan dari para penyidiknya.

“Pasal nya untuk saat ini, penyidik menyangkakan pasal 2, juncto pasal 3, Undang-undang (UU) 31 tahun 1999, juncto 2021 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (Tambahan pasal) nanti kita lihat pemberatan segala macam,” ujarnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *