NEWS TICKER

Kopaska : Ada Teriakan Minta Tolong Dari Kapal Nelayan

Kamis, 14 Januari 2021 | 10:34 am
Reporter: Yudha
Posted by: Redaktur
Dibaca: 1014
Jenazah nelayan yang telah dievakuasi di tepian Tanjung Pasir, istimewa Faktakhatulistiwa.com

JAKARTA, Faktakhatulistiwa.com – Ditengah operasi pencarian serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Komando Pasukan Katak (Kopaska) Koarmada I melakukan aksi heroik mengevakuasi nelayan yang meninggal dunia di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Rabu (13/1).

“Ada tiga personel Kopaska yang mengevakuasi jenazah tersebut,” kata Perwira Staf Operasi Satkopaska Koarmada I, Letkol Laut (P) Mukawat.

Usai mengantarkan temuan kotak hitam Flight Data Recorder (FDR) ke JICT II, Tanjung Priok pada Selasa (12/1) petang, kemudian Rabu pagi, ‘sea riders’ Kopaska hendak kembali ke sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang untuk melanjutkan operasi SAR Sriwjaya Air SJ 182. Namun saat melintas diantara Pulau Bidadari dan Pulau Untung Jawa, mereka mendengarkan teriakan minta tolong dari kapal nelayan.

“Saat itu cuaca buruk dengan gelombang besar dan angin kencang,” kata Mukawat.

Di kapal itu, mereka menemukan dua nelayan, salah satunya telah meninggal dunia. Para personel pun melaporkan kepada pimpinan untuk mengevakuasi jenazah sebelum melanjutkan operasi penyelaman pesawat Sriwijaya Air.

“Jenazah lalu dibawa ke pesisir terdekat, yakni Tanjung Pasir, Tanggerang, menggunakan Sea Rider-19,” ujar Mukawat.

Tiba di Tanjung Pasir, jenazah diserahkan kepada komandan pos AL untuk dilakukan penanganan selanjutnya.

Panglima Komando Armada I Laksamana Muda Abdul Rasyid pun mengapresiasi personel Kopaska yang mengevakuasi nelayan tenggelam tersebut.

“Di sela-sela kegiatan search and rescue (SAR) pesawat Sriwijaya Air, Kopaska masih turut menyelamatkan dua nelayan asal Tanjung Pasir, Tangerang,” kata Rasyid di KRI Rigel-933, Rabu.

Satu korban selamat diketahui bernama Suryanto (30) dan korban meninggal bernama Rodia (50).

“Gelombang di sekitar perairan Kepulauan Seribu memang agak tinggi, bisa 2-3 meter sehingga untuk kapal nelayan berukuran kecil berisiko mengalami masalah,” ungkap Rasyid.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.