NEWS TICKER

Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang Sikapi Peternakan Sapi TUM

Kamis, 11 Februari 2021 | 1:38 pm
Reporter: Lukman
Posted by: Indra Rubadi
Dibaca: 97
Peternakan Sapi TUM yang dikeluhkan Warga Teluk Naga, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

KABUPATEN TANGERANG, Faktakhatuliatiwa.com – DPRD Kabupaten Tangerang angkat bicara terkait keluhan warga Desa Pangkalan Kecamatan Teluknaga dengan aroma bau yang diduga berasal dari Peternakan Sapi PT. Tanjung Unggul Mandiri (TUM).

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang H.M Supriyadi mengatakan pihaknya akan menyikapi aspirasi warga soal aroma bau yang diduga timbul akibat aktivitas komersil peternakan sapi.

“Ya akan kita sikapi keluhan-keluhan dari warga setempat terkait polusi aroma bau tidak sedap di duga adanya aktivitas peternakan sapi,” ujar Supriyadi saat dihubungi wartawan, Kamis (11/2/2021)

Oleh karenanya, Supriyadi mengaku secepatnya akan memanggil pihak terkait seperti Dinas LHK, Dinas Perizinan (DPMPTSP), pemerintah desa setempat, warga dan pihak perusahaan.

“Dimana, nanti akan mencari jalan tengah untuk kepentingan terbaik semua pihak dan bila ditemukan pelanggaran administrasi selesaikan dengan normatif yang berlaku,” pungkasnya

Kepala Desa Pangkalan Ahmad Muhrim membenarkan jika warganya mengeluhkan aroma tidak sedap dengan aktivitas Peternakan Sapi PT TUM. Dirinya mengaku sudah sering mengadukan keluhan warga kepada manajamen perusahaan, hanya aja sampai saat ini belum ada titik terang.

“Bahkan keluhan itu sudah saya sampaikan sebelum menjabat kepala desa baru sebagai BPD. Itu persoalan sudah sejak lama ada 15 tahun lah,” ujarnya

Menurut Goim sapaan akrabnya ini memaparkan jika setiap waktu sore sampai malam, warganya yang bermukim di Kampung Kebun Buaya sekitar, selalu mencium aroma bau berasal dari aktivitas peternakan sapi.

“Biasanya warga selalu mencium aroma bau sapi diwaktu sore sampai malam,” kata Goim

Sementara, Akbar salah seorang manajamen Peternakan Sapi PT. TUM saat dikonfirmasi melalui telpon seluler enggan menjelaskan, dirinya hanya mengaku sebagai menajamen dan mengakhiri komunikasi.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.