NEWS TICKER

Keren, Banksa Kumis Produksi Sofa Dari Botol Mineral

Sabtu, 19 Desember 2020 | 11:06 am
Reporter: Herman
Posted by: Redaksi
Dibaca: 824

 

KABUPATEN TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Bank Sampah Keluarga Masyarakat Indonesia Sejahtera (Banksa Kumis) di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang memproduksi sofa berbahan dasar limbah botol mineral plastik.

Pendiri Bangsa Kumis Havidz Darmawan, mengklaim sofa produksi Bangsa Kumis kuat menahan bobot hingga 150 kilogram. Ia menyebutkan juga, sofa hasil kerajinan tangannya lebih tahan lama dibandingkan sofa berbahan dasar kayu.

“Plastik adalah salah satu benda yang sulit terurai dibandingkan dengan kayu,” kata pria yang juga sebagai Direktur Bangsa Kumis ini di lokasi bank sampah, Selasa (15/12).

Memproduksi sofa dari botol mineral plastik, kata pria yang akrab disapa Havidz ini, adalah bagian dari rencana kerjanya yang sudah terealisasi. Selain itu, rencana kerja yang sudah tereleasasi antara lain menjual kardus langsung ke pabrik, bekerja sama dengan bank sampah yang melakukan penjualan plastik.

“Rencana kerja kami yang belum terealisasi adalah melakukan pembelian mobil pick-up dan memproduksi barang sendiri yang mejadi kebutuhan nelayan Desa Ketapang. Diantaranya keranjang ikan,” ujarnya.

Havidz mengakui, saat ini masih memiliki sejumlah kendala dalam proses pengelolaan bank sampah. Diantaranya, modal, lahan dan perlengkapan penunjang seperti alat transportasi pengangkut sampah non organik.

Di tempat terpisah, Camat Mauk Arif Rahman Hakim mengatakan, bank sampah merupakan bagian dari program penataan wilayah di Desa Ketapang.

“Nanti juga, kami ingin sampah dari objek wisata mangrove di Desa Ketapang, dapat dikelola dengan bank sampah tersebut,” kata Arif, saat dihubungi wartawan.

Nanti kata Arif, ia akan memfasilitasi kebutuhan bank sampah, mulai dari alat tranportasi pengangkut, mesin cacah dan mesin cetak.

“Jadi, kami ingin bank sampah bukan sekedar mengumpulkan sampah dan menjualnya. Tapi bank sampah dapat memproduksi barang untuk nelayan ataupun warga di Desa Ketapang,” pungkasnya.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.