TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Peristiwa kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Marsekal Suryadharma, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Hal itu dikarenakan maraknya kendaraan besar yang sering menyebabkan terjadinya kecelakaan di wilayah tersebut. Seperti diketahui, peristiwa kecelakaan terjadi antara kendaraan kecil bernopol B 2510 ZC dengan kendaraan besar/transformers B 9273 KYW memakan Dua korban tewas dan Tiga lainnya luka berat, pada Senin (15/11/2021) pagi.

Atas insiden tersebut, kini suasana duka masih dirasakan oleh keluarga para korban dan warga setempat yang geram dengan adanya lalu lalang kendaran besar yang diduga ugal-ugalan di wilayahnya.

Seperti yang dikatakan oleh Tokoh Masyarakat Rawa Rotan, Ustad Taufik, yang hingga kini masih merasa kecewa dan kesal karena setelah adanya insiden kecelakaan tersebut, hingga saat ini tidak ada itikad baik dari pihak Perusahaan ataupun instansi pemilik kendaraan besar tersebut.

“Hingga hari ini warga Kampung Rawa Rotan, akan turun kejalan melakukan aksi gerakan moral dan keadilan dengan menghimbau supir transformers dari arah Teluk Naga ke Kota Tangerang agar tidak ugal-ugalan,” kata Ustad Taufik.

Bahkan para warga pun terpaksa menyetop serta memutar balik Kendaraan Transformers yang melaju dari arah Kota Tangerang menuju Teluknaga, di Jalan Marsekal Suryadharma, Kelurahan Selapajang Jaya, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Kamis (18/11/2021) kemarin.

“Kami akan terus lakukan aksi moral dan keadilan di Jalan Raya, sebelum pihak Perusahaan armada Talenta bertanggungjawab atas kecelakaan maut tersebut,” tegasnya.

Seperti diketahui, insiden kecelakaan itu telah memakan korban pasangan suami istri, yakni Ijah dan H Ustad Mudarif, warga Kampung Rawa Rotan, Kelurahan Selapajang Jaya, dan tiga korban luka berat, yakni, Iyah, Iben, serta Eman/Mani, yang merupakan warga Kampung Rawa Rotan.

Menyikapi hal itu, Penggiat Sosial, San Rodi mengatakan bahwa, kecelakaan itu bukan pertama kali terjadi. Menurutnya ini sudah tidak terhitung lagi dan apapun itu dalihnya pihak perusahaan harus bertanggungjawab atas kecelakaan maut tersebut.

“Kita akan kawal kasus kecelakaan maut yang merenggut dua orang warga dan tiga orang korban luka-luka ini sampai selesai dan kita akan terus meminta pertanggung jawaban dari pihak perusahaan dan instansi lainnya,” tegas pria yang akrab disapa Kucay ini, Jumat (19/11).

Kendati demikian, Ia minta jaminan keselamatan, ketertiban, kelancaran dan keamanan lalu lintas dan angkutan jalan untuk melindungi kualitas jalan.

“Pemerintah Kota Tangerang telah memberlakukan aturan pembatasan jam operasional kendaraan angkutan tanah dan pasir yang dituangkan dalam Peraturan Walikota Nomor 30 Tahun 2012,” ungkapnya.

Seperti diketahui, operasional kendaraan angkutan tanah dan pasir berupa truk dengan jumlah berat yang dibolehkan lebih dari 8500 kg, tronton, kendaraan tempelan dan kendaraan gandengan, yaitu hanya bisa melintas pada pukul 20.00 WIB sampai dengan pukul 05.00 WIB. (Red)

follow and like us:
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan