NEWS TICKER

KejaRI Kota Tangerang Tetapkan 2 orang Kasus Korupsi RS.Sitanala

Kamis, 21 Januari 2021 | 4:34 pm
Reporter: Indra
Posted by: Admin
Dibaca: 384
Penetapan 2 Tersangka Korupsi RS.Sitanala, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatuliatiwa.com – Kejaksaan Negri (KejaRI) Kota Tangerang menetapkan 2 orang sebagai Tersangka kasus Korupsi RS.Sitanala yang berinisial NA ketua Pokja dan YY yang penyedia rekanan kontraktor.

“Korupsi pengadaan barang jasa Cleaning Service (CS) Rumah Sakit (RS) Sitanala sudah di temukan 2 orang,” ujar Kajari I Dewa Gede Wirajana SH MH di hadapan awak media.

Dugaan tindak pidana korupsi pengadaan jasa cleaning servic pada satuan kerja RS.Sitanala Kota Tangerang tahun anggaran 2018 dengan kontrak kerja senilai 3,879,868,761 Rupiah.

Sumber dana APBN Kementrian kesehatan RI yang di lakukan oleh oknum PNS RS.Sitanala Neglasari Kota Tangerang.

Pihak lain yang terlibat pada bagian tersebut dengan modus operandi adanya pengaturan pemenang lelang pengadaan jasa serta hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan ketentuan perpres 70 tahun 2012.

Di atur dalam perubahan ke 2 atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah yang mengakibatkan timbulnya kerugian keuangan negara.

Pasalnya, dalam penyelidikan yang di lakukan bagian intel telah melakukan pemeriksaan ke 25 orang saksi serta telah di peroleh dokumen pendukung sehingga terpenuhi sekurang kurangnya dua alat bukti yang sah.

Keyakinan bahwa telah terjadi tindak pidana terhadap kegiatan pengadaan jasa claening servic pada satuan kerjaan rumah sakit Sitanala tahun anggaran 2018 oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kasi pidsus Andres Suprianus SH MH mengatakan bahwa ke 2 pelaku di jerat pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Juga pasal 3 jo pasal 18.

Perubahan undang undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan undang-undang nomor 31 tahun 1999 pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55, ayat (1) ke 1 KUHP atau pidana paling lama 20 tahun penjara.

Saat ini ke dua pelaku NA dan YY belum di tahan masih dalam tahap pendalaman dan mengumpulkan berkas juga barang bukti, kemungkinan pelakunya masih berubah Karena pemeriksaan masih berlanjut.

“Kami masih melakukan penjajakan aset pelaku yang akan di sita nanti sebagai jaminan,” tandas Kasi Pidsus Ander Suprianus.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.