NEWS TICKER

Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Diduga Tebang Pilih Kasus Narkoba

Rabu, 20 Januari 2021 | 1:54 pm
Reporter: Indra
Posted by: Admin
Dibaca: 379

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Kejaksaan Negeri Kota Tangerang kebanjiran kasus narkotika, tetapi sangat di sayangkan payung hukum tidak bisa berdiri tegak. Hukum di kejaksaan diduga masih tebang pilih tumpul ke atas tajam ke bawah.

Pasalnya, dalam pantauan awak media yang meliput perkara di kejaksaan maupun sidang pengadilan dalam bulan Januari 2021 perkara narkotika mendominasi sidang di pengadilan.

Sidang Selasa 19 Januari terdakwa Supriyadi di tangkap oleh Polisi Resnarkotika di jalan Pepabri Raya RT.03/12 Kelurahan Kunciran Induk Kecamatan Pinang Kota Tangerang di rumah kontrakannya, 30 Agustus 2020.

Terdakwa Dedy Supriyadi, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

Terdakwa Supriyadi membeli sabu-sabu seberat 0,31 gram seharga 200Ribu untuk di pakai sendiri. Supriyadi di jerat pasal 112 dan 114 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tresita Aprilia, SH Jaksa Kejaksaan Kota Tangerang.

Terdakwa di tuntut 5 tahun denda 1milyar. Majelis Hakim Wendra Raiz menunda sidang putusan tanggal 26 Januari 2021.

Di tempat yang sama JPU Gojali SH menuntut terdakwa Muhamad haerudin dan Prayoga selama 5 tahun penjara barang bukti 0,24 gram di musnahakan. Ke 2 terdakwa di tangkap oleh Satnarkoba Polres Bandara Soetta pada Kamis, 20 September 2020.

Sedangkan di tempat terpisah anak pejabat dengan barang bukti 0,82 gram sabu-sabu dan ganja seberat 73 gram hanya di tuntut 10 bulan. Sidangnya sudah memasuki bulan ke 3 bahkan terdakwanya sudah manjadi Tahanan Hakim Pengadilan Tinggi Banten.

Perbedaan perlakuan persidangan oleh Kejaksaan Negeri Kota Tangerang terhadap orang yang tidak mampu seperti Supriyadi, Muhamad haerudin dan Prayoga dengan perkara yang sama membeli dan memakai barang buktinya hanya 0,31 gram dan 0,24 gram selesai sidang 2 sampai 3 kali, sedangkan sidangnya anak pejabat sampai 3 bulan lebih.

Sangat tragis para pejabat penegak hukum di Kejaksaan Kota Tangerang. Pemerintah sedang perang terhadap pemberantasan peredaran narkotika Via Bandara maupun Pelabuhan, justru Kejaksaan malah melindungi prekusor menyuruh membeli mentrasfer uang sebesar 800 ribu dengan barang bukti yang lebih banyak 0,82 gram sabu-sabu hanya di tuntut 10 bulan.

Kasi Pidum Dapot SH ketika Konpres di hadapan awak media mengatakan,

“Akmal Sohaeirudin Jamil, Muhamad Taufik Syarifudin dan Dede Supriyadi membeli untuk di pakai. Sudah ada niat untuk memakai” elaknya kasi Pidum.

Akmal Sohaerudin Jamil anak Wakil Walikota Kota Tangerang di tangkap 6 Juni 2020 sampai berita ini di turunkan ke 4 terdakwa belum di putus oleh Hakim Pengadilan Nagri Tangerang.

Di tempat terpisah JPU Inez menuntut Mujakir dan Mustopa selama 12 tahun. Ke dua terdakwa memiliki sabu-sabu 2 kilo gram. Terdakwa di jerat pasal 112 dan 114 undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Bisa di bedakan dengan perkara Supriyadi hanya membeli sabu-sabu seharga 200 ribu untuk di pakai diri sendiri di tuntut 5 tahun. Sedangkan Mujakir dan Mustopa bandar dan pengedar dengan barang bukti 2 kilo di tuntut hanya 12 tahun di mana Keadilan bagi orang yang tidak mampu.

Begitu juga anak wakil walikota menyuruh membeli Via mentrasfer uang 800 Ribu dengan barang bukti 0,82 gram hanya di tuntut 10 bulan. Bagaimana masyarakat Kota Tangerang mau percaya dengan kinerja pejabat Kejaksaan penegak hukum di Kota Tangerang.

Masih banyak perkara seperti Suryadi. Muhamad pun tidak luput di tuntut 5 tahun penjara. Begitu juga tercakwa Diah Tarigan harus menerima tuntutan 6 tahun dan 6 bulan penjara dengan barang bukti 0,487 gram satu buah pipet alat hisap di musnahkan.

Sri Afriani SH kuasa hukum Akmal Cs di hadapan awak media mengucapkan,

“Terimakasih kepada Kejaksaan Negeri Kota Tangerang yang sudah menuntut Akmal Cs selama 19 bulan, sudah sesuai permintaan keluarga,” ujar Sri.

Bahkan dalam pembelaanya sudah tidak ngotot lagi minta supaya Jaksa maupun Hakim merehab para terdakwa, minta keringanan mengingat terdakwa di tuntut 10 bulan dan sudah menjalani tahanan dari tanggal 6 Juni 2020 sampai saat ini bulan Januari 2021 sudah melewati 8 bulan.

Arif Budi cahyono humas pengadilan Negeri Tangerang menyikapi ramainya perkara anak wakil walikota Tangerang,

“Itu mengapa sidangnya begitu lama seperti itu. Ini kan perkara sepele, seharus nya sidang 2 – 3 kali sudah selesai, ujar Arif.

Bukan apa-apa mas-mas, Kita ini sidang melakukan protocol kesehatan. Akibat pandemic covid 19 yang tak kunjung selesai. Pegawai Pengadila¬† sendiri Sudah banyak yang tertular, Saya dengan Kejaksaan juga tertular 9 orang dinyatakan positif,” tambahnya.

“Mari kita bersama-sama menjaga sumpaya virus yang membahayakan ini tidak menular. Setiap hari di Pengadilan banyak orang, penuhi pengunjung sidang dan jangan sampai ada cluster baru. Seharusnya Kejaksaan bisa membantu agar tidak menumpuk memenuhi ruang sidang bisa dibuat semacam Pres Release berikut gambar dan vidionya,” tandasnya.

Saya tidak bisa menyalahkan rekan-rekan media yang meliput perkara sidang di pengadilan (ruang sidang -red) paling tidak masalah mencegah dan mencari Solusi yang terbaik untuk kita Samua,” papar Humas Pengadilan Negeri Tangerang.

Hingga berita ini ditayangkan, proses pengadilan anak Wakil Walikota masih berlanjut layaknya Serial Majelis Hakim. Sidang cepat efektif sehingga bisa mencegah penyebaran covid 19 di Pengadilan.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.