NEWS TICKER

Kajari Sita Uang 900 juta dari Tersangka  Korupsi RS.Sitanala

Jumat, 5 Februari 2021 | 2:57 pm
Reporter: Oki
Posted by: Indra Rubadi
Dibaca: 116
Kajari Kota Tangerang, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatuliatiwa.com – Gerakan cepat kinerja Kejaksaan Negeri Kota Tangerang perlu di apresiasi. Setelah menetapkan 2 orang tersangka kasus Korupsi Rumah Sakit (RS) Sitanala jilid 2. Kajari berhasil amankan uang 900 juta Rupiah.

Korupsi pertama RS.Sitanala MarkUp bangunan pertama dan menyeret 1 orang sebagai terdakwa dan untuk yang kedua kalinya Kejaksaan Kota Tangerang membuktikan lagi kinerjanya oleh Kajari I Dewan Gede wirajana SH MH.

Uang tunai sebesar 900 juta Rupiah hasil korupsi di amankan Kajari Kota Tangerang dari dugaan penyimpangan Kegiatan Pengadaan CS Tahun Anggaran 2018, pada Jum,at 5 Februari 2021.

Penyidikan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa Cleaning Sevice (CS) pada Satuan Kerja (Satker)  RS.Dr.Sintanala, Kota Tangerang Banten, anggaran APBN Kementerian Kesehatan.

Bertempat di halaman Kantor, Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, telah melakukan Penyitaan berupa uang tunai sejumlah dari tersangka YY Ketua kelompok kerja (Pokja) Pengadaan Barang dan Jasa, Jumat (5/2/2021).

Uang yang disita dari YY sejumlah di duga uang penyimpangan anggaran belanja pengadaan Barang dan Jasa, CS dengan pagu anggaran senilai Rp 3.8 miliar untuk Rs.Sintanala Kota Tangerang.

I Dewa Gede Wirajana, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tangerang, melalui Kasi  Pidana Khusus (Pidsus) Andres Suprianus, menyampaikan keberhasilan, kerjasama Intel dan Pidsus dalam pengungkapan tindak pidana korupsi yang  sekarang masih di dalami penyidik Pidsus.

Dalam perkembangan penyidikan kedepanya,  Pidsus masih melakukan pengumpulan Tracing aset dan harta serta Rekening yang diduga terindikasi untuk dimintakan pertanggungjawaban pidana atas perbuatan tersangka.

“Terungkapnya kasus korupsi rumah sakit ini atas kinerja semua team kasi pidsus dan intel.25 orang di mintai keteranganya baru muncul pelakunya,” ujar Raden Bayu Sutopo SH.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.