TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Tokoh Masyarakat HR Ubay Permana puisikan rusaknya jalan Ir. H. Juanda, sebagai bentuk aksi protes di gelaran hiburan musik sederhana, dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-76.

“Sejak lebih 1 tahun jalur ini sudah ditutup, mulai depan gedung AirNav, di Jl. Ir. H. Juanda yang meliputi Kel. Karanganyar, Kec. Neglasari, dan Kel. Batusari Kec. Batuceper. Sekitar 2 KM keadaan rusak parah,” kata Ubay, Kamis (26/8).

Ubay menerangkan, bahwa keadaan jalan Ir. H. Juanda sudah tidak layak dilalui, sehingga hanya ada satu jalur yang juga rusak namun masih bisa dilalui secara “Contraflow”.

“Kendati di jalan Rusak acara utamanya memperingati 76 tahun Indonesia Merdeka, sekaligus sebagai bentuk protes kepada pemerintah. Bahwa Jalan yang mestinya untuk lalu – lalang kendaraan, namun karena rusak sehingga jalan itu bisa digunakan untuk bereeksperesi seni tanpa mengganggu kendaraan yang melintas,” jelas Ubay.

Berikut isi puisi yang diciptakan oleh HR Ubay Permana :

“Merdeka Atau Hanya Seperti Merdeka”

Aku tidak bersedih..
Walaupun tinggal di petak rumah kontrakan ,
Walaupun tinggal dirumah susun sewaan Yang bayar mingguan atau bulanan.

Aku tidak bersedih …
Walaupun aku pengangguran,
Atau hanya pencari rongsokan ,
Dan hanya kuli serabutan,
Yang tiada ketetapan.

Aku tidak bersedih ..
Walaupun seadanya yang ku makan , Atau bahkan terkadang tidak makan.

Aku tidak bersedih..
Walaupun hanya bertelanjang badan, atau berpakaian kelas murahan.

Aku tidak bersedih ..
Walaupun anak- anak ku,
Hanya sekolah di pinggiran jalan ,
Dan tanpa uang jajan .

Yaa..aku tidak bersedih…
Karena aku tinggal diatas tanah air ku sendiri..
Tanah air ku yang gemah Ripah loh jinawi.
Tanah air ku yang telah merdeka kini..
Aku tidak bersedih…

Tetapi aku akan bersedih…
Jika aku tinggal di rumah yang layak ,
Sedangkan masih ada saudaraku yang tinggal ditempat sesak dan berdesak.
Berhimpit – himpit diruang yang sempit.

Tetapi aku akan bersedih…
Jika aku punya pekerjaan.
Namun hatiku menangis,
Melihat saudaraku yang berteriak histeris ,
Karena upahnya kian terkikis,
Diatur- atur oleh parlemen yang tak lagi kritis.
Bersama cukong,- cukong bengis.

Tetapi aku akan bersedih…
Jika aku berkecukupan makan,
Sedangkan saudaraku dalam kebingungan,
Harus makan apa ?
Menunggu pemberian oleh siapa ?
Makanan dari mana ? .
Entah hari ini masih bisa makan kah ??

Tetapi aku akan bersedih….
Apabila aku berpakaian Branditte dan modis,
Sementara saudaraku meringis,
Hanya mengenakan pakaian lusuh,
Bergambar lambang kontestan pemilu.

Tetapi aku akan bersedih…
Jika anak- anak ku dapat sekolah favorit dan segalanya gratis,
Berbeda dengan saudaraku yang terlihat miris,
Yang harus membeli buku,
Bayar SPP dan honor guru,
Bayar ujian semester,
Tak terjamah bantuan walaupun sepeser.

Yaa.. aku akan bersedih..
Karena aku tak seperti tinggal diatas tanah air ku sendiri.
Tanah air ku yang kini terluka perih,
Tanah air ku yang hanya
seperti merdeka kini..

Aku, Saudaraku dan segenap Bangsaku ..
Tidak bersedih atau hanya seperti tidak bersedih,
Tak ubahnya negeri ku ini ,
Merdeka… atau hanya seperti merdeka.

Berlangsungnya acara tersebut berjalan tetap menjalankan prokes Covid – 19, dan tidak menimbulkan kerumunan. Ubay pun menambahkan, umumnya para penikmat seni bergantian yang menonton karena sambil dalam perjalanan.

“Semoga setelah acara ini Pemkot Tangerang dan pihak AP ll Soekarno Hatta dapat duduk bersama untuk mencari solusi untuk memperbaiki jalan ini,”

“Warga dimari hanya berharap jalan ini segara diperbaiki secepatnya, karena keadaan jalan rusak ini sudah sangat merugikan perekonomian warga dan sangat berpotensi kecelakaan,” tandasnya. (HS/Faktakhatulistiwa.com)

follow and like us:
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan