NEWS TICKER

IPAL Lippo yang Mencemari, Dinas PUPR dan Peci Suci Berkolaborasi

Sabtu, 11 Juli 2020 | 9:55 am
Reporter: Indra
Posted by: Indra Rubadi
Dibaca: 5089
PUPR sambangi Peci Suci dengan LSM BMI untuk Berkolaborasi, foto indra Faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Terkait adanya pendangkalan serta limbah yang mencemari Sungai Cicayur akibat pembuangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik Lippo Group sering kali membuang langsung ke Sungai Cicayur tanpa dilakukannya Pengolahan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serap aspirasi dan keluhan warga Kampung Kebon Kelapa, Kelurahan Panunggangan Barat (PanBar), Kecamatan Cibodas, pada Jum’at (10/7/2020).

Kunjungan yang diinisiasi oleh Penggiat Cinta Sungai Cicayur (PECI SUCI) beserta LSM Bintang Merah Indonesia ini, diharapkan adanya perhatian dari Pemerintah Kota Tangerang untuk membantu warga dalam merenovasi lingkungan serta menormalisasi, agar terjaga keindahan khususnya biota sungai Cicayur yang sudah hancur semenjak berdirinya IPAL Lippo Group.

Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni mengapresiasi keseriusan warga Kampung Kebon Kelapa Panbar dalam merespon kecintaannya terhadap lingkungan dan Sungai Cicayur.

“Warga disini sangat konsen dengan Sungai Cicayur, bagaimana Sungai ini potensinya bisa dimanfaatkan sebagai edukasi, sebagai rekreasi lokal, juga pemberdayaan kepada anak-anak, Kita di Dinas PUPR ini selalu suport, Infrasturkturnya bagaimana kita bisa benahi terutama di Sungai Cicayur,” terangnya.

Taufik pun mejelaskan bahwa Dinas PUPR Kota Tangerang akan merespon aspirasi dengan melakukan pengembangan perawatan secara bertahap.

“Kita programkan kerjabakti bersama masyarakat, program pemeliharan sungai, kita coba kombinasikan, kita coba bersihkan, kita coba normalisasi dulu,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya juga akan berkonsentrasi melakukan antisipasi Sungai Cicayur agar tidak terjadi luapan debit air yang dialiri dari Sungai Cisadane.

“PR kita kan dua ya, bila luapan Cisadanenya tinggi kemudian back water atau airnya balik masuk ke cicayur, dan itu yang perlu diantisipasi, yang kedua saat gak banjir level airnya agak tinggi sehingga itu bisa dimanfaatkan komunitas dan warga, jadi memang di hulu sungai cicayur ini ada pintu air, yang diinformasi itu dibangun oleh Lippo, jadi memang pintu air itu untuk membagi air dari arah timur juga ke arah utara (Sungai Cicayur -red), jadi debitnya terbagi, Kita coba mengkaji kira-kira apakah kita juga bisa bangun bendung gerak atau pintu air di hulu sekalian dengan pengendalian banjir di Cisadane,” tukasnya.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.