TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Para aktifis lingkungan hidup dari Info Mangrove Nusantara (IMANU) menemukan ribuan ikan di Sungai Cimanceuri dan Cileles mati mendadak.

Ribuan ikan itu diketahui mati sejak Selasa 27 Juli 2021. Ikan-ikan ini terlihat mengambang di pinggiran sungai. Diantaranya jenis kakap, mujaer, geropak, keting, lundu, dan jenis lainnya.

“Sampai saat ini, masih banyak ikan yang mati, sebagian lagi mengambang seperti mabok,” kata Ketua IMANU, Nurasep Wijaya, Jumat (30/7/2021).

Para aktifis IMANU saat ini masih menyelidiki penyebab matinya ribuan ikan tersebut. “Iya, harus diselidiki penyebabnya. Karena hal ini pasti ada permasalahan di lingkungan sehingga menyebabkan ikan-ikan ini mati,” katanya.

Warga Kp. Selatip Desa Lontar, Kec. Kemiri, Rusnaedi membenarkan banyaknya ikan yang tiba-tiba mati dalam sepekan terakhir. Ia juga belum tahu apa penyebabnya.

Pihaknya juga berharap agar kasus ini bisa ditindaklanjuti. Sebab, jika ikan-ikan di sini banyak mati, artinya ada habitat yang terganggu. “Selain itu pendapatan nelayan akan menurun,” katanya. (Yud/Rls/Faktakhatulistiwa.com)

follow and like us:
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan