NEWS TICKER

Hakim Sakit, Saksi Ahli di tunda Hakim Anggota

Selasa, 17 November 2020 | 12:55 pm
Reporter: Indra
Posted by: Indra Rubadi
Dibaca: 279
Sidang Kasus Narkoba Anak Wakil Walikota ditunda, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Sidang kasus penyalah gunaan narkotika golongan satu berbentuk sabu sabu dan daun ganja yang menyeret anak orang nomor 2 di Kota Tangerang di tunda hakim anggota Sucipto SH MH.

Sucipto membuka sidang di hadiri Jaksa Penuntut Umum pengganti Adib SH dan Oktaviandi SH Jaksa kejaksaan Kota Tangerang Banten.

“Hakim pengganti Sucipto SH sempat menanyakan kesehatan 4 terdakwa dan di jawab sehat, hari ini jadwal sidang mendengarkan 2 Saksi ahli pidana dan Saksi ahli dokter dari rumah sakit, karena Majelis Hakimnya R.Aji Suryo SH MH sedang sakit, sidang tidak bisa di lanjutkan,” ujar Sucipto SH MH yang membuka sidang untuk di tunda Senin depan.

Kuasa hukum Akmal Sohairudin Jamil, Dede, Saryfudin dan Mohamadh Taufik atas kepemilikan sabu sabu satu klip bening seberat 0,51 gram. Di atas kasur di temukan sabu sabu seberat 0,31 gram dan ganja 7,3 gram tidak bisa di bantah paraterdakwa oleh saksi polisi Riskiyono pekan lalu.

Kuasa hukum terdakwa Sri Afriani SH. Para terdakwa harus di rehab Karna mereka korban ujar Sri selesai sidang di pengadilan negeri Tangerang Senin 16 November 2020.

“Sesuai undang undang no 35 tahun 2009 tentang narkotika pengguna atau user adalah korban yang harus direhabilitasi,” ujar pengacara para terdakwa.

Praktisi hukum Badriyansah SH MH mengatakan. Para terdakwa bisa di rehabilitasi asal memenuhi unsure dan bisa membuktikan asesmen dari rumah sakit ketergantungan RSKO.

Dalam pembuktian Jaksa penuntut umum barang buktinya 0,51,0,31 dan ganja 7,3 gram sangat sulit Karna banyak barang buktinya ujar dosen yang aktif di pos Bakum pradin Pengadilan Negeri Tangerang.

Ketika di tangkap unsur salah satu terdakwa mentrasfer uang ke salah satu terdakwa untuk beli sabu sabu seberat 1 gram seharga 1,6 juta. Unsur memberi, menyuruh, bersekongkol sudah terpenuhi ujar Badriyansah SH  MH yang biasa di.panghil bang bule.

“Mentrasfer, memberi, menukar, ditukar membelanjakan, membeli, menguasai sudah cukup unsur memenuhi perbuatan melawan hukum berkesekongkolan jahat terhadap narkotika. Di mana saat ini pemerintah sedang giat giatnya dalam pemberantasan narkotika, di mana pemerintah sedang perang terhadap narkotika. Para terdakwa justru terang terangan mentarsfer uang untukbeli narkotika. Kepemufakatan jahat dalam undang undang narkotika sudah terpenuhi pasal 114,” ujar bang bule.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.