TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Pasca mendapat surat somasi dari Gerakan Pemuda Peduli Bangsa (GP2B) dengan no 002/Som/LSM-GP2B/VI/2021, PT Tangerang Nusantara Global (TNG) memberi jawaban dengan surat tanggapan dengan nomor 539.4/005/EKS-2.03/VI/2021 tanggal 29/6/2021.

Dirut PT TNG, Edi Chandra melalui surat balasannya menjelaskan bahwa saat ini dirinya merasa sudah ikut berkontribusi dan ikut membantu menambah PAD Kota Tangerang yang berasal dari deviden sebesar 25% dari hasil parkir di Kota Tangerang.

“Terkait pelaporan keuangan PT TNG sudah melalui audit oleh Kantor Akuntan Publik, dan tidak ditemukan indikasi pidana penyalahgunaan keuangan,” jelas Edi.

Lebih lanjut, Edi mengatakan terkait penyertaan modal dari Pemerintah Daerah Kota Tangerang dirinya sudah mendapat Rekomendasi dari BPK RI dalam pengelolaannya.

“Sebab pada tahun 2020 dirinya sudah melaporkan seluruh keuangan kepada BPK RI sehingga keluarlah surat Rekomendasi tersebut,” ujarnya.

“Pemerintah Daerah menugaskan PT TNG dalam pengelolaan Angkutan melalui Peraturan Walikota no 30 tahun 2021, guna mengelola kendaraan Bus Tayo dan Si Benteng di beberapa Koridor di Kota Tangerang,” tambahnya.

Disisi lain, Ketua LSM GP2B, Umar Atmaja mengatakan, dirinya menganggap surat jawaban dari PT TNG itu seperti curhatan saja.

“Sebab mengingat UU 14/2006 tentang Keterbukaan Informasi Publik apa yang disebutkan sebesar 25% tidak jelas secara riil dan dari hasil laporan keuangan kepada BPK RI tidak dilampirkan pada surat balasan kepadanya,” kata Umar, (8/7).

“Terkait pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh PT TNG, kata Umar, hingga saat ini belum ada kejelasannya ditambah lagi dengan diberi kepercayaan dalam pengelolaan kendaraan Angkutan di Kota Tangerang, dirinya melihat tidak ada nya keseimbangan pendapatan dengan pengeluaran, di duga ini menjadi ajang Korupsi secara Sistemik,” pungkasnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan