NEWS TICKER

GMPK Kritisi Ucapan Walikota Terkait Lelang Angkot Si Benteng

Senin, 4 Januari 2021 | 4:00 am
Reporter: Andhika
Posted by: Redaktur
Dibaca: 691
Hilman Santosa, Ketua DPP GMPK Kota Tangerang, foto istimewa faktakhatulistiwa.com

KOTA TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah akan meresmikan angkutan kota yang aman dan nyaman pada Minggu pertama Januari 2021. Dimana, angkutan kota yang terdiri dari 80 unit Si Benteng dan 10 unit Bus Rapid Transit (BRT) atau Tayo ini sebelumnya telah lama terparkir di Terminal Poris Plawad Kota Tangerang sejak 2019 lalu.

Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah usai melakukan apel bersama dalam pergantian tahun di Polres Metro Tangerang mengatakan, untuk lelangnya sudah selesai, dan sekarang tinggal menunggu pergantian plat (merah ke kuning), (31/12).

“Sudah ada pemenangnya, dan saya tidak hafal, saat ini sedang menungu penggantian plat, besok tanggal 4 disampaikan ke Samsat. Dan, apabila dari Samsat sudah keluar maka bisa langsung dioperasikan,” kata Walikota Tangerang seraya menambahkan.

Sementara itu, Ketua DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kota Tangerang, Hilman Santosa mengkritisi pernyataan Walikota Tangerang soal pemenang lelang. Pasalnya, proses lelang untuk pengoperasian angkutan kota modern ini tidak tertera di website LPSE Kota Tangerang maupun website resmi PT. Tangerang Nusantara Global (TNG).

“Ketika saya cek tidak ada itu proses lelang untuk pengoperasian angkutan kota baik Si Benteng maupun BRT (Tayo). Berarti, keterangan yang disampaikan oleh Walikota itu tidak benar,” tegas Hilman Santosa.

Angkot si Benteng, foto istimewa Faktakhatulistiwa.com

Apabila dilakukan lelang cepat atau lelang umum, kata Hilman, pasti tertera di website resmi. Dan, peserta maupun pemenangnya pun bisa dilihat dengan transparan. “Kita cek di akhir Desember 2020 tidak ada itu proses dan pemenang lelangnya. Lalu, 2 Januari 2021 kita cek juga tidak ada. Sebenarnya, proses lelang ini ada atau tidak?. Dan, apa yang dilelangkan?. Hal ini membuktikan jika perencanaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang itu kurang matang atau terkesan asal-asalan,” pungkas Hilman seraya menambahkan.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.