NEWS TICKER

Gempa Dahsyat Melanda Majene, Tim Penyelamat Imbau Warga Selalu Siaga

Jumat, 15 Januari 2021 | 2:15 pm
Reporter: Sandi Kurniawan
Posted by: Redaktur
Dibaca: 844

SULAWESI, Faktakhatulistiwa.com – Gempa dengan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Majene dan terasa hingga Mamuju, Jumat (15/1/2021), pukul 01:28:17 WITA.

Lantaran episentrum gempa terletak pada titik koordinat 2.98 LS 118.94 BT, dan berada di darat 6 kilometer Timur Laut Majene.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati meminta masyarakat di Mamuju dan sekitar wilayah Majene untuk mewaspadai gempa susulan sekaligus menjauhi area pantai.

Sementara korban berjatuhan terus bertambah. Sampai sekitar pukul 13.23 WITA, Jum’at (15/01), menurut BNPB, setidaknya ada delapan orang meninggal dunia dan sekitar 637 orang mengalami luka-luka di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Rumah warga yang rubuh akibat bencana gempa, istimewa Faktakhatulistiwa.com

Adapun jumlah orang yang mengungsi telah mencapai setidaknya 15.000 jiwa. Lainnya, mereka mengungsi di sejumlah lokasi di Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbua di Kecamatan Ulumanda dan Kecamatan Malunda dan Kecamatan Sendana.

Lebih lanjut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan gempa yang terjadi di sekitar wilayah Majene termasuk gempa dangkal dengan pusat kedalaman 10 kilometer dari permukaan. Sejak Kamis (14/01) dini hari WITA hingga Jumat siang WITA (15/01), BMKG sudah mencatat 28 kali gempa susulan.

“Masih ada potensi gempa susulan berikutnya yang masih kuat. Bisa mencapai kekuatan seperti yang tadi terjadi 6,2 atau sedikit lebih tinggi lagi. Itu karena kondisi batuan sudah digoncang dua kali terkuat 5,9 dan 6,2, bahkan 28 kali sudah rapuh.

“Pusat gempa ada di pantai memungkinkan terjadinya longsor bawah laut sehingga masih atau dapat pula berpotensi terjadi tsunami apabila ada gempa susulan berikutnya dengan pusat gempa masih di pantai atau di pinggir laut,” kata Dwikorita saat melangsungkan konferensi pers, Jumat (15/01).

Dwikorita meminta warga untuk tak hanya menghindari gedung-gedung, tapi ia juga area pantai untuk segera menyingkir dari area itu jika merasa gempa.

“Tidak perlu menunggu peringatan dini tsunami karena tsunaminya bisa sangat cepat,” pungkasnya.

© 2020 Fakta Khatulistiwa. All Rights Reserved.