TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Seorang anggota DPRD Kota Tangerang diduga telah melakukan penganiayaan terhadap seorang warga dengan menggunakan senjata api (senpi).

Hal tersebut diketahui publik berdasarkan adanya surat laporan yang beredar dengan nomor : LP/B/1034/IX/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya. Yang menyangkut nama seorang anggota DPRD Kota Tangerang berinisial EM beserta suaminya P.

Dihimpun, kejadian ini bermula saat pelaku EM dan P meminta tolong kepada seorang warga sipil berinisial JP untuk mencarikan tempat pembuatan interior sejak awal September 2021.

Lalu EM memberikan uang senilai Rp 225.000.000 kepada JP. Setelah menerima sejumlah uang tersebut, selanjutnya JP mendapatkan tempat pembuatan interior dan melakukan kesepakatan pembayaran dengan jumlah Rp. 175.000.000.

Kemudian JP membayarkan uang DP sebesar Rp. 150.000.000 ke pekerja interior. Dengan alasan jika pekerjaan selesai akan dibayar full, dengan jumlah sisa Rp. 25.000.000.

Dikarenakan EM kecewa dengan lambannya pembuatan interior dengan waktu yang sudah disepakati, akhirnya EM dan P mendatangi rumah JP, kemudian memarahi dengan memukul pipi sebelah kanan dan kepala JP menggunakan senpi.

Atas kejadian itu, akhirnya pipi JP mengalami memar dan empat jahitan dikepalanya yang sobek. Sehingga kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ini ke Mapolres Metro Tangerang Kota.

Mendapati informasi itu, Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo mengatakan, pihaknya akan memanggil EM atas dugaan kekerasan yang dilakukan beserta suaminya.

“Saya juga baru tahu, besok sore akan kami panggil yang bersangkutan ke fraksi dan partai,” ujar Gatot, (22/9).

Menurutnya, setelah mengetahui duduk perkara secara jelas, barulah dia akan menjelaskan kepada khalayak mengenai permasalahan yang terjadi.

“Kalau sudah dipanggil, tahu apa sebenarnya, barulah akan dijelaskan ke media,” pungkas Gatot. (Yud/Faktakhatulistiwa.com)

follow and like us:
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan