TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Ketua Umum LSM GARUK KKN Agus Syahrul Rizal perintahkan sekretaris jenderal (Sekjen) Ricardo Kurniawan kirimkan surat Somasi ke Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Cikokol Tangerang.

Surat somasi yang dilayangkan Ke BTN Cikokol tertuang dalam surat nomor : 106/SG-KKN/VI/2021 yang ditujukan kepada Kepala Cabang PT. Bank Tabungan Negara Cabang Cikokol Tangerang.

Agus Syahrul Rizal Ketua Umum LSM GARUK KKN menjelaskan isi Surat Somasi terkait adanya dugaan pengemasan secara sistematik Pelangaran Kode Etik Perbankan antara perbankan dengan pihak pengembang.

Saat disinggung sejauh mana Somasi ini dilayangakan Agus Syahrul Rizal mengatakan, bahwa pihaknya masih berupaya menunggu klarifikasi dari Bank BTN cabang Cikokol.

“Memang kita belum tembuskan keinstansi terkait, kita tunggu jawaban dari pihak BTN, baru kita layangkan surat keinstansi terkait, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” tegasnya, Kamis (24/6/2021).

Hadi Wijayanto Satpam BTN Cabang Cikokol Tangerang Mengatakan saat menyambut kedatangan LSM GARUK KKN, dan langsung membawa Surat Somasi kebagian umum, saat keluar dari ruangan bagian umum Hadi menyerahkan FotoCopy Surat somasi LSM Garuk KKN dengan sudah di tanda tangani dan berstempel juga tercantum nomor kontak BTN Cabang Cikokol dilanjutkan Foto bersama.

Ricardo Kurniawan menegaskan kepada Faktakhatulistiwa.com, bahwa surat somasi memang sudah hilangkan melalui Satpam jaga yang diserahkan ke bagian umum.

“Kami sudah serahkan Surat Somasi ke BTN Cikokol, surat melalui Satpam jaga, Surat langsung dibawa ke bagian umum dan diterima langsung Staf Umum Nesya pada hari Selasa, 22 Juni 2021,” jelasnya.

“Pelangaran yang dilakukan oleh pihak PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dengan Pihak Bank Tabungan Negara Cabang Cikokol Tangerang, yang dibuktikan dengan adanya Notulen didalam Sertifikat atas nama konsumen terkait hak tangungan dengan nominal Rp. 349.000.000,- (Tiga Ratus Empat Puluh Sembilan Juta Rupiah), adanya perbedaan luas tanah yang tertulis didalam Sertifikat dengan luas tanah yang ada, adanya angsuran yang telah dilunasi oleh konsumen, namun sampai saat ini pihak BTN Cabang Cikokol Tangerang belum memberikan Sertifikat hak Konsumen,” ungkapnya.

“Dengan adanya fenomena tersebut dapat menimbulkan krisis kepercayaan Masyarakat kepada pihak lembaga perbankan, menambah beban biaya kepada Masyarakat untuk menghapus Notulen hak tangungan atau Roya yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), Memberikan Akses untuk berkolusi kepada oknum perbankan,” Tegas Ricardo.

Hingga berita ini dilayangkan, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak Bank BTN cabang Cikokol mengenai polemik sertifikat rumah Graha Walantaka.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *