TANGERANG, Faktakhatulistiwa.com – Puluhan warga Kelurahan Kutabaru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, dikabarkan memilih menjual rumahnya dengan harga murah, lantaran tidak tahan menghadapi kebisingan mesin pabrik dan aroma yang menyengat.

Hal itu diungkapkan oleh seorang warga setempat berinisial A yang sudah 20 tahun lebih dan masih memilih bertahan tinggal di lokasi tersebut.

Dikatakannya, dampak aroma menyengat tajam yang dirasakan oleh warga Kutabaru disinyalir berasal dari pengolahan plastik PT Mitra Bangun Cemerlang yang berjarak sangat dekat dengan tempat tinggalnya.

“Yang jelas kalau asap iya menyengat gitu, dulu sempet di demo ke DPRD oleh warga yang radius rumahnya berdekatan, tapi akhirnya kita cuma demo demo aja, ya begitu aja,” jelasnya.

Lebih lanjut, aspirasi yang disebutnya kurang mendapatkan respon positif, menjadikan warga pesimis akan kehadiran negara dalam menjawab keresahan masyarakat, sehingga para warga lebih memilih menyerah dan menjual tanahnya dengan harga dibawah pasaran.

“Didemo kita ngga ada kekuatan, ya ngga dilayani sempat satu gang itu pindah semua hanya tertinggal satu orang dan itu sudah dibeli semua oleh mereka (perusahaan) karna dulu komplen kesitu ngga digubris ya pindah semua warga karna bau itu kayak aroma sangit sangit gitu,” ujar dia.

Dengan kondisi tersebut ia berharap pemerintah dapat menanggapi dan hadir dalam menyingkapi persoalan tersebut sehingga kedepan dirinya dan beberapa warga yang masih memilih bertahan dapat lebih nyaman.

“Awal awal demo, tapi kita kalah dan pabrik itu berdiri sampe sekararang, kita ngga akan mampu melawan yang punya uang jadi rasanya percuma,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengaku akan meminta pendampingan dari beberapa aktifis lingkungan agar keresahan yang selama ini dirasakan oleh dirinya dan puluhan warga lainnya dapat segera diakhiri.

“Kita lihat mungkin kedepannya ada aktifis lingkungan atau LBH yang dapat mendampingi kami dalam mengatasi segala kekacauan yang hari ini terjadi dilingkungan kami,” pungkas dia.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak PT Mitra Bangun Cemerlang masih belum dapat dimintai keterangannya saat wartawan mencoba datang untuk mengkonfirmasi prihal adanya persoalan tersebut.

Sumber : Lukman Nul Hakim
Penerbit : Redaksi Faktakhatulistiwa.com

follow and like us:
Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan